Tangsi IV Disiapkan Sebagai Kampung Siaga Bencana

Dinas Sosial Sumsel telah memetakan tiga lokasi yang paling rawan bencana.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: wartawansripo
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Apriyadi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Dinas Sosial Sumsel telah memetakan tiga lokasi yang paling rawan bencana, untuk melaksanakan Kampung Siaga Bencana (KSB). Tiga wilayah tersebut, berada di Pagaralam, Musirawas dan Musi Banyuasin.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumsel H Apriyadi menyebut ada tiga lokasi tersebut memang sangat rentan dengan bencana banjir dan longsor. Khusus Pagaralam, di daerah Kampung (Tangsi) IV yang persis di kaki Gunung Dempo, memang paling diprioritaskan.

“Jadi tiga daerah itu akan dilaksanakan KSB, dengan prioritas Pagaralam. Karena, atas permintaan Wali Kota Pagaralam langsung. Karena lokasi Kampung (tangsi) IV itu kampungnya yang paling atas di kaki Gunung Dempo. Masyarakat di Kampung IV itu belum pernah diberikan pengetahuan tentang kebencanaan. Bagaimana sikap dan prilaku masyarakat saat terjadi bencana. Gunung Dempo itu juga salah satu gunung api aktif. Artinya aktivitas gunung tersebut ada dan sewaktu-waktu bisa jadi terjadi bencana,” ungkap H Apriyadi, Senin (17/10/2016).

Pria yang sempat digadang-gadang Bakal Calon Wakil Bupati Muba ini menjelaskan, Gunung Dempo itu jika dilihat dari sisi geologinya, memungkinkan sering terjadi gempa dan sebagainya. Jadi pihaknya sangat perlu memberi pengetahuan kepada masyarakat setempat.

“Bukan kita meminta agar terjadi bencana, tapi paling tidak begitu terjadi bencana masyarakatnya bisa menyiapkan mentalnya. Karena, kadang bencana itu terjadi kalau masyarakatnya tidak siap dan akan panik. Akibat kepanikan itulah, mereka bisa menjadi korban. Jadi, kota Pagaralam itu perlu disiapkan secara bertahap,” jelasnya, seraya mengatakan lagi di koordinasikan dengan walikota, kemudian dengan PTPN VII untuk laksanakan KSB yang rencananya di tanggal 22-24 Oktober.

Walikota Pagaralam sendiri, kata Apriadi, memang sudah cukup lama meminta hal tersebut. Terlebih, kalau di daerah Mura dan Muba lebih kepada banjir dan longsor, namun di Pagaralam ini bencananya gunung berapi dan tanah longsor.  

“Jadi ada dua skenario yang akan dibuat, tapi prioritasnya bagaimana jika gunung berapi itu meletus. Selain Pagaralam, daerah Muratara juga lagi koordinasi dengan Menteri Sosial, karena beliau mau hadir. Apalagi Muratara ini daerah yang sering terjadi banjir bandang, setahun bisa terjadi tiga kali. Kemudian Muba dan Mura,” pungkasnya. (Editor: Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved