Penasaran Ingin Juarai Lomba Robotik Nasional

Ali yang murah senyum inipun menceritakan alasannya kenapa lebih tertarik dengan robotik ketimbang kebanyakan orang yang suka dengan games.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ali Husein Abul Khoir 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Rasa penasaran untuk bisa meraih juara tingkat nasional masih tersimpan di benak Ali Husein Abul Khoir yang menyandang Juara 1 lomba robotik tingkat SMP/MTS se-Sumsel Tahun 2015 dan mewakili Sumsel di tingkat nasional di Bandung 2016.

Remaja kelahiran Palembang, 12 Februari 2003 ini merasa bangga dapat tampil di tingkat Nasional menghadapi peserta lomba robotik yang tidak hanya pelajar, melainkan juga diikuti mahasiswa.

"Alhamdulillah aku berhasil menempati peringkat 10 besar. Ada keinginan bisa menang juara 1 Nasional kalau ada lomba lagi," ucap siswa kelas IX SL Sekolah Alam Indonesia Palembang, Kamis (13/10/2016).

Ali yang murah senyum inipun menceritakan alasannya kenapa lebih tertarik dengan dunia robotik ketimbang kebanyakan orang yang suka dengan games.

"Robotik ini membuat kita menggerakkan robot melalui laptop. Sejak kelas 6 SD saya menyukainya. Rasanya seru. Saya bisa ikut meninilai benar-salahnya dan bisa bertindak cepat menyetting robotnya" kata Ali.

Siswa yang bercita-cita ingin jadi komikus ini mengaku, awalnya suka merakit robot dari kelas 3 SD. Setelah itu, barulah ketika ia duduk di kelas 6, ia memberanikan diri untuk ikut kompetisi.

"Suka sharing dengan kawan-kawan juga untuk membuat settingan robotik, juga bagaimana membuat robot sesimpel mungkin serta benar sesuai instruksi," kata Ali, yang juga hobi menggambar dan main futsal.

Meski demikian, Ali mengaku hobinya itu tidak begitu menyita waktunya di rumah. Ia meluangkan waktu khusus untuk robotik kalau sudah mendekati waktu lomba.

"Paling dua hari latihan selama sejam hingga dua jam, yang penting berkualitas. Kadang-kadang masih suka mengotak-atik robotik sesekali. Dari awal seru, ada rasa penasarannya," kata sulung dari empat bersaudara buah kasih pasangan Karnawan dan Sri Rusmiyati ini.

Selama bersekolah di Sekolah Alam, Ali mengaku merasakan keseruan tersendiri. Ia sudah pernah mengikuti beberapa kegiatan seperti susur pantai dan naik gunung.

Rencananya, Kamis ini, ia akan mengikuti Live In (tinggal di rumah warga yang kurang mampu) yang berlokasi di Pagaralam.

Nantinya di sana, saat orangtua angkatnya berjualan, Ali juga ikut berjualan. Sama halnya dengan mengangkat kayu. Kegiatan ini sedikit berbeda dengan mahasiswa KKN yang berkelompok, dimana dalam kegiatan Live In ini, siswa akan tinggal sendirian bersama orangtua angkatnya selama 10 hari.

"Sudah siap. Sudah sering pisah dengan orangtua. Outing  juga OTFA pernah saya ikuti. Saya juga sudah pernah ikut magang ke Nurul Aqiqah, melihat Pembuatan Tahu, dan pembuatan pupuk cair. Enak rasanya bisa langsung belajar dan bisa ketemu hal-hal baru," kata Ali yang juga doyan makan Pempek.

Alumni SD Pusri ini mengaku, kegiatannya sehari-hari di rumah biasanya makan, salat Maghrib, mengaji dan belajar. Sehabis Isya, ia akan langsung beristirahat.

"Kalau dulu sekolah umum pulang ke rumah ada PR. Kalau di sekolah alam tidak ada PR. Gurunya baik-baik. Sering keluar mengeksplor alam. Rasanya lebih bebas. Pelajarannya juga terasa santai," kata Ali.

Karena di sekolah ini banyak kegiatan outing, menurut Ali, dirinya harus pandai menjaga kesehatan fisik, salah satunya dengan cara berolahraga dan makan teratur.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved