Ronald Lumban Puas Raih Perak

Melawan pegulat Jawa Timur Sapto di partai final, di GOR Saparua ia nyaris membawa pulang medali emas.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Ronald Lumban pegulat Sumsel saat melawan Sapto pegulat Jatim di partai final di Gor Saparua, Senin (26/9/2016). 

SRIPOKU.COM, BANDUNG - Ronald Lumban sukses menjawab tantangan untuk meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016.

Melawan pegulat Jawa Timur Sapto di partai final, di GOR Saparua ia nyaris membawa pulang medali emas.

Tapi sayang, rezekinya pupus saat kuncian Sapto membuatnya tak berdaya dan dinyatakan tos sehingga medali emas jatuh ketangan lawanya.

Dikatakan Ronal,Senin (26/9/2016), kekalahannya atas Sapto tidak begitu ia sesali, mengingat Sapto memang senior yang ia segani dan jauh unggul atas dirinya.

Bahkan melawan Sapto dan hampir meraih kemenangan cukup membuatnya bangga.

"Perak juga saya bangga, hasil ini ya hasil latihan di Palembang, jadi terima apapun hasilnya," ungkap Ronal.

Sebelum melaju ke babak final, Ronald mengalahkan atlet nasional yang juga peraih medali perak SEA Games 2011 asal Jakarta, Lutfi.

Pelatih gulat Sumsel, Deni mengungkapkan lawan di partai final memang terbilang berat.
Apalagi pegulat Jatim lebih siap dengan melakukan training center ke Kazakshtan dan dilatih oleh pelatih asing.

"Persiapan mereka lebih matang, kita juga bersyukur hasil ini, ini adalah rezeki dari tuhan," ungkapnya.

Setelah nomor 125 kg, Sumsel masih menyisahkan nomor di kelas 97 kg atas nama Dedi, kelas 85kg gaya grigo atas nama Wayan dan kelas 98 gaya grigo dengan atlet Kuanto.

"Peluang emas target dinomor gaya bebas 125 dan 98 grigo, pesaing grigo datang dari Kalsel faktornya mereka juga sudah lebih banyak jam terbang bertanding melawan orang asing (Rusia)," ungkapnya.

Dia pun sempat memprotes kepada wasit dan dewan juri, sebab Ronald seharusnya mendapat poin 2 setelah melakukan bantinga, malah juri tidak memberikan nilai dan menambah poin Jatim 5.

"Harusnya dapat dua poin, karena Jatim jatuhnya dibelakang saat bantingan, tapi kita malah tidak dapat poin, ini pengalaman kita dan Ronald juga akan masuk seleksi Pelatnas," katanya.

Seperti diketahui, sebelum pertandingan Ronald melawan Sapto, insiden memalukan terjadi di partai final gulat kelas 61 kg antara atlet Kaltim melawan tuan rumah Jabar.

Dimana kedua pelatih saling masuk ke lapangan disaat pertandingan terjadi. Bahkan harus ditunda selama 2 jam.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved