Bangunan Ikonis Bentuk Unik mampu Memikat Turis

Daya tarik arsitektur suatu negara tak hanya menambah keindahan kota, tetapi juga meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Maka, bukan hal aneh banyak

Editor: Bedjo
investasiproperti.co.id
Regatta The Icon. 

SRIPOKU.COM - Daya tarik arsitektur suatu negara tak hanya menambah keindahan kota, tetapi juga meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Maka, bukan hal aneh banyak negara berbondong-bondong merancang dan membuat bangunan ikonis berbentuk unik yang mampu memikat turis berfoto di depan bangunan tersebut.

Berita Lainnya: Lantai I Menara Eiffel Bakal Jadi Kamar-kamar Apartemen

Perancis punya Menara Eiffel yang akhirnya jadi obyek wisata nomor wahid saat pelancong berkunjung ke Paris. Wisaawan berlomba memiliki foto dengan latar menara besi itu.

Situs Toureiffel.paris menulis lebih kurang 250 juta orang di dunia telah ke sana sejak dibuka pertama kali pada 1889. Jumlah ini sama dengan total penduduk Indonesia!

Malaysia punya cerita serupa. Ikon negaranya, Menara Petronas karya arsitek kelahiran Argentina Cesar Pelli jadi tujuan wisatawan yang menjejak di Negeri Jiran itu. Sejak diresmikan pada 1999, menara itu masih memegang posisi jawara sebagai menara kembar tertinggi di dunia.

Riwayatnya, Pelli terinspirasi dari budaya Islam yang cukup kental di Malaysia saat merancangnya. Menara dibuat seperti dua segi empat saling tindih, membentuk bintang delapan sisi yang merupakan pola umum dalam desain Islami.

Kaca dan besi tahan karat menyelimuti seluruh tubuh sang menara kembar. Uniknya, kaca bangunan pun dibuat anti-radiasi untuk meminimalkan kenaikan suhu ruangan agar pemakaian alat pendingin ruangan bisa ditekan. Di lantai 41 dan 42, ada pula jembatan penghubung.

Jangan salah, jembatan tersebut tak menempel langsung pada sisi menara. Sengaja didesain seperti ini agar jembatan tak rubuh di saat angin berhembus kencang. Pasalnya, angin bisa membuat menara setinggi 451,9 meter ini bergoyang hingga radius dua meter.

Berkat karya tersebut, Pelli dianugrahi Aga Khan Award for Architecture—penghargaan arsitektural yang digagas oleh Aga Khan IV untuk menandai dan menghargai konsep arsitektural yang berhasil mewadahi keperluan dan aspirasi masyarakat yang Islami—pada 2004.

Bangunan tepi pantai
Beda cerita lagi dengan Singapura. Meski luasnya tak sebesar Indonesia, negara ini memiliki ikon negara lebih dari satu.

Selain patung singa Marlion, sekarang ada Marina Bay Sands yang duduk bertengger di singgasana ke dua. Kali ini bukan hanya ikon, tetapi sekaligus resort.

Bangunan itu adalah hasil rancangan Moshe Safdie. Di atas lahan seluas 845.000 meter persegi, resort tersebut resmi beroperasi pada 2010.

Di dalam resort terdapat 2.560 kamar hotel, convention centre, tempat belanja, bioskop, restoran, museum, dan kasino. Marina Bay Sands—selain untuk rekreasi—memang sengaja dirancang sebagai ruang publik yang dinamis.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved