Mengenang Keperkasaan Perahu Kajang di Taman Segitiga Mas Kayuagung

Meskipun taman tersebut diberi nama taman Amri Yahya, namun masyarakat sudah terbiasa menyebutnya dengan taman Segitiga Mas.

Tayang:
Penulis: Yuliani | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/YULIANI
Monumen Perahu Kajang. 

SRIPOKU.COM -- Meski tidak terbilang besar, Kayuagung yang menjadi ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memiliki pesona tersendiri.

Kayuagung sudah dikenal sebagai kawasan yang bersih dengan tatanan kota yang rapi.
Tak heran, jika beberapa waktu lalu, kota yang hanya berjarak 65 KM dari pusat kota Palembang ini menyabet piala Adupura yang ketujuh kalinya.

Penghargaan tersebut tak lepas dari keberadaan taman kota yang mempercantik kota yang dijuluki Bumi Bende Seguguk ini. Sebut saja taman Segitiga Mas, sebuah taman kota yang dibangun pada era pemerintahan Bupati Ishak Mekki.

Meskipun taman tersebut diberi nama taman Amri Yahya, namun masyarakat sudah terbiasa menyebutnya dengan taman Segitiga Mas. Hal ini disebabkan letak taman yang terletak di kawasan segitiga emas dan berjarak dekat dengan lapangan bola segitiga emas.

Otomatis, keberadaan taman cantik tersebut menjadi icon Kayuagung. Letaknya yang strategis yakni di tengah jalan lintas menuju Lampung dan Palembang, membuat taman ini merupakan tempat favorit untuk singgah bahkan, untuk sekedar mengambil foto.

Tatanan taman yang rapi, hijau, dan bersih membuat taman itu terlihat menarik dari sisi manapun.Salah satu objek menarik yang sering menjadi latar berfoto yakni monumen berbentuk perahu yang tengah berlayar. Perahu itu dikenal dengan perahu kajang.

Menurut sejarah, pada zamannya, perahu ini sangat berperan bagi perekonomian penduduk pinggiran sungai yang memperdagangkan tembikar ke pasar 16 Ilir Palembang.

Namun di era 1980-an ,perahu kajang mulai menghilang seiring dengan masuknya berbagai produk buatan Tiongkok yang murah. Meski saat ini perahu kajang sudah tidak ada lagi, namun masyarakat tetap bisa melihat betapa perkasanya perahu kajang di masa lampau melalui replika perahu kajang di tengah-tengah taman Segitiga Mas.

Semburan air mancur mini turut memperelok monumen tersebut. Apalagi saat berada di taman, kita kembali disuguhkan pemandangan gedung olahraga di sebelah barat taman Segitiga Mas, yang mana gedung olahraga tersebut didesain menyerupai perahu.

Kehadiran taman Segitiga Mas sendiri memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar dari sejarah, dimana perahu kajang merupakan transportasi vital kala itu.

Kendati tinggal kenangan, namun perahu kajang tetap tinggal di ingatan masyarakat berkat keperkasaan dan kekokohnya mengarungi sungai dalam berapa dekade.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved