Jadi Begal, Honorer Pol PP OKU Timur Ini Kena Tembak
Honorer Satpol PP aktif di Kabupaten OKU Timur, Dwi Nurul Iman (29) warga RT 02/4 Kecamatan Semendawai Suku III, ditembak tim Jatanras Polda Sumsel.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran terlibat aksi kejahatan jalanan alias begal, seorang honorer Satpol PP aktif di Kabupaten OKU Timur, Dwi Nurul Iman (29) warga Desa RT 02/4 Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur, akhirnya diamankan.
Bahkan, lantaran sempat berusaha kabur dengan cara melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan oleh Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, ia pun akhirnya dilumpuhkan dengan sebutir tembakan yang berhasil bersarang di betis kanannya.
Tersangka Dwi diamankan tidak sendirian, melainkan bersama seorang rekan dan tetangganya, Nurohim (24) yang juga tak luput dari tembakan petugas. Keduanya, diamankan saat berada di kediamannya masing-masing, Senin (12/9) sekitar pukul 04.30.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui setidaknya keduanya telah melakukan aksi begal sebanyak tujuh tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda di wilayah OKU Timur.
Dan dari penangkapan tersebut, berhasil diamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha V-ixion berwarna merah, dua bilah senjata tajam jenis pisau dan senpi yang digunakan tersangka untuk beraksi.
Menurut keterangan tersangka Dwi, setidaknya ia telah melakukan aksi pembegalan sebanyak tujuh kali. Dan setiap melakukan aksi begal tersebut, ia selalu dipersenjatai senpi dan sajam.
"Senpi dan sajam itu hanya saya gunakan untuk menakut-nakuti saja dan tidak pernah saya gunakan untuk melukai korban," jelasnya saat diamankan di Polda Sumsel, Selasa (13/9).
Dari tujuh kali aksi pembegalan tersebut, dikatakannya, ia berhasil mendapatkan berbagai jenis sepeda motor termasuk satu diantaranya merupakan sepeda motor merek Honda Verza.
"Yang jual kawan semua dan saya hanya dibagi bersih, kadang mendapat Rp 500 dan Rp 700 ribu," terangnya.
Selain melakukan aksi begal, dikatakannya, ia juga pernah satu kali melakukan aksi penjambretan.
"Jambret satu kali dan saat itu mendapatkan ponsel merek Mito," jelasnya.
Saat disinggung kenapa ia masih nekat membegal, Dwi mengatakan, hal tersebut dilakukannya karena faktor ekonomi.
"Gaji berkerja hanya Rp 1,1 juta per bulan dan itu sangat kurang. Karena itu saya nekat mencari uang tambahan dengan membegal," tuturnya.
Sementara itu, tersangka Nurohim mengatakan, ia hanya ikut saja melakukan aksi pembegalan.
"Kalau saya baru dua kali. Pertama dapat sepeda motor Honda Beat dan saya mendapatkan uang Rp 500 ribu dan kedua Honda Verza dan mendapatkan uang Rp 700 ribu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pol-pp-membegal_20160913_183739.jpg)