Maryani Bunuh Bayi Laki-lakinya Hasil dari Hubungan Gelap

Setelah melahirkan sendiri bayi hasil hubungan gelapnya, Maryani langsung membunuhnya dan menguburkannya di kebun karet.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Maryani, tersangka pembunuh bayinya, diapit polisi untuk dimintai keterangan, Selasa (6/9/2016). 

SRIPOKU.COM, PALI---Diduga malu dan takut terbongkar melahirkan bayi laki-laki dari hasil hubungan gelap dengan Min (45) warga sedesanya, Maryani (40) warga Dusun II, Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, tega membunuh dan mengubur bayinya hidup-hidup di kebun karet milik Harmi  Desa Muara Ikan, Sabtu (3/9) sekitar pukul 15.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, aksi biadab tersebut terungkap Selasa (6/9/2016.

Warga curiga atas perubahan fisik tersangka yang sebelumnya terlihat gemuk karena hamil namun tiba-tiba terlihat kurus.

Atas informasi tersebut lalu Kades Muara Ikan Pausy Ahmad (35) bersama Kadus II Anuar (29), melaporkan ke Kapolsek Penukal Utara dan melaporkan kecurigaan tersebut.

Tribun Sumsel/Ari Wibowo
Petugas sedang menggali kuburan bayi yang dimakamkan oleh ibu kandungnya di kebun karet, Selasa (6/9/2016).

Setelah mendapatkan laporan, lalu Kapolsek Penukal Utara Iptu Acep dan anggotanya dengan ditemani perangkat Desa Muara Ikan, mendatangi dan menginterogasi tersangka di rumahnya.

Awalnya tersangka tidak mengaku karena malu dan takut, namun setelah didesak akhirnya tersangka mengakui perbuatannya.

Maryani bersedia menunjukkan tempat orok yang merupakan darah dagingnya dikubur.

Setelah itu, petugas bersama masyarakat melakukan penggalian dan berhasil menemukan bayi hasil hubungan gelap dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Kemudian petugas langsung membawa tersangka dan orok yang sudah tidak bernyawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan visum.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka Maryani yang telah cerai pada tahun 2014 dengan suaminya, perbuatan mesum tersebut ia lakukan bersama Min warga sedesanya dengan dasar suka sama suka.

Dan setelah melakukan hubungan badan berkali-kali, akhirnya ia hamil.

Kemudian ia berkali-kali meminta Min untuk bertanggungjawab sebab perutnya semakin membesar.

Namun Min terus menghindar dan tidak bersedia bertanggungjawab.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved