Tidak Ada Gerhana Matahari Cincin di Indonesia Hari Ini. Berikut Ini Penjelasannya
Wilayah yang berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari cincin hanya Samudra Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar, dan Samudra Hindia.
Seberapa spesial Gerhana Matahari sebagian besok? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, Indonesia sendiri bisa dikatakan berada di wilayah paling luar yang dilintasi gerhana. Jadi, persentase piringan matahari yang tertutup pun sangat kecil.
"Paling besar jika diamati di Ujung Genteng, Sukabumi. Pada saat matahari terbenam (pukul 17.53.27 WIB), persentase piringan matahari yang tertutupi bulan adalah 4,428 persen. Selain di Ujung Genteng, persentasenya lebih kecil dari angka tersebut," kata peneliti astronomi BMKG, Rukman Nugraha.
Kedua, soal waktu kejadian.
Gerhana Matahari besok akan terjadi pada saat senja.
Sejumlah kota di Indonesia sebenarnya tak bisa menyaksikan puncak gerhana.
Jakarta, misalnya, hanya bisa menyaksikan kontak pertama gerhana pada pukul 17.30 WIB. Puncak gerhana terjadi saat matahari telah tenggelam.
Gerhana yang terjadi saat senja juga menjadi tantangan, apalagi bagi penduduk kota.
Komunikator astronomi dari Langitselatan, Avivah Yamani, kepada Kompas.com, Rabu (31/8/2016), mengatakan, ketika hampir terbenam, matahari sudah sangat rendah di ufuk. Pengamatan gerhana menjadi sulit.
Tertarik mengamati? Boleh saja. Jangan lupa prinsip umum saat pengamatan gerhana, yaitu selalu memakai alat bantu, seperti kacamata gerhana ataupun pinhole.
Karena gerhana hari ini adalah gerhana sebagian, pengamat harus terus memakai alat bantu sepanjang pengamatan.
Bagi yang ingin menyaksikan Gerhana Matahari cincin, jangan khawatir, ada waktunya bagi Indonesia.
Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, Sumatera dan Sulawesi akan mengalami Gerhana Matahari cincin pada 26 Desember 2019.
Jadi, hanya tiga tahun dari saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gerhana-matahari-cincin_20160901_082359.jpg)