1.000 Batang Jelutung Hidup di Atas Lahan Gambut Kecamatan Pedamaran OKI

"Jelutung yang ditanam di atas lahan gambut tidak bisa terbakar karena kondisi gambut lembab, basah," kata Rian Putra Pedamaran.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Syarifudin Gusar, Sekretaris SHI Kabupaten OKI memperlihatkan salah satu batang pohon jelukung yang ditanam di atas lahan gambut di Pedamaran, Rabu (31/8/2016). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Seluas 4 hektar dari 30 hektare lahan gambut dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dengan penanaman bibit pohon jelutung dan padi sonor, Rabu (31/8/2016).

"Ini semua atas kesadaran masyarakat," ujar Pani warga Desa Menang Raya.

Rian Syaputra, Kepala Dir Kaderitasi dan Keorganisasian Sumsel Serikat Hijau Indonesia (SHI) mengatakan, sebenarnya lahan gambut tak pernah terbakar.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Rian Syaputra

Lahan yang terbakar itu kerap kali terjadi di kebun karet karena keadaan kebun kering.

"Jelutung yang ditanam di atas lahan gambut tidak bisa terbakar karena kondisi gambut lembab, basah," kata Rian Putra Pedamaran.

Masih kata Rian, dirinya bersama masyarakat mencegah kebakaran dengan memanfaatkan lahan gambut.

"Ini upaya masyarakat untuk mencegah kebakaran lahan," ujarnya seraya menyebutkan upaya sekarang baru 1000 batang jelutung ditanam di atas lahan gambut.

Untuk 26 hektar lahan gambut yang belum dimanfaatkan, kata Rian, hanya dibiarkan. Masyarakat hanya melakukan pencarian kayu gelam dan ikan.

Seluas 26 hektar sekarang masih keadaan basah, jadi tidak akan terbakar.

Dari 26 hektar gambut ada 8 hektar sebagai fungsi hutan tidak dimanfaatkan sama sekali karena tempat berlindung berbagai macam hewan.

Tidak Ada Perawatan

Pohon jeluntung ditanam di tengah lahan gambut karena tak perlu dirawat.

"Pohon jeluntung tidak ada perawatan," ungkap Taufik Wijaya, Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel, Rabu (31/6/2016), di sela-sela di lokasi Dusun Damar Sari Desa Menang Raya Pedamaran OKI.

Masih kata Taufik, kurun waktu 6 tahun jelutung sudah bisa dimanfaatkan.

Diharapkan Taufik, warga harus bisa menjaga lahan jangan sampai terbakar.

"Jaga sama-sama lahan agar jangan terbakar," tegas Taufik

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved