Beras OKUT Sasar Segmen Menengah Keatas
"Target kita lahan organik seluas 200 hektare untuk tahap pertama. Untuk saat ini baru tersedia 50 hektare yang dikelola oleh tiga kelompok tani."
Penulis: Evan Hendra | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Setelah mendapatkan sertifikat Organik, Pemerintah Kabupaten OKU Timur siap untuk menyasar segmen masyarakat menengah keatas dalam dalam pemasaran beras organik yang mulai di kembangkan. Hal ini diungkapkan Bupati OKU Timur, HM Kholid MD, Rabu (24/8).
Menurut Kholid, setelah memperoleh sertifikat Organik, bukan berarti pemerintah akan meniadakan beras konvensional. Beras Organik, kata dia, akan dijadikan sebagai icon OKU Timur karena jika beras konvensional yang dijadikan icon, maka akan kalah dengan hasil persawahan di pulau jawa.
"Jadi beras organik akan kita jadikan sebagai produk unggulan kabupaten OKU Timur," katanya.
Menurut Kholid, jika dahulu masyarakat makan untuk kenyang dan hanya sedikit sekali yang memikirkan kesehatan, namun saat ini sudah berbeda yakni makan kenyang dan sehat.
Dengan beras organik, kata dia, maka masyarakat akan menjadi sehat mengingat semua proses mulai dari penanaman hingga pasca panen semuanya menggunakan bahan organik dan bukan bahan kimia. Bahkan dalam pemberantasan hama juga semuanya menggunakan bahan organik dan bukan bahan kimia.
"Target kita lahan organik seluas 200 hektare untuk tahap pertama. Untuk saat ini baru tersedia 50 hektare yang dikelola oleh tiga kelompok tani," katanya.
Menurut Kholid, bagi masyarakat yang akan ikut mengembangkan beras organik bisa masuk terlebih dahulu dengan tiga kelompok tani tersebut karena acuan dalam pemeriksaan untuk mendapatkan sertifikat tiga kelompok tani tersebut.
Setelah semuanya dikembangkan, kata Kholid, pemerintah akan dengan serius mengembangkan beras organik tersebut agar nantinya OKU Timur menjadi salah satu wilayah penghasil beras sehat selain beras konvensional.
"Untuk harga tentunya bervariasi. Kalau saat ini per kilogramnya mencapai hingga Rp. 15-30 ribu per kilogram tergantung lokasi penjualan," kata Kholid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-butiran-beras_20150525_110121.jpg)