#TolakHargaRokok50Ribu Jadi ''Trending Topic'', Netizen Ribut Beda Pendapat
Berikut daftar harga terbaru rokok yang banyak beredar di Whatsapp.
SRIPOKU.COM --- Usulan soal kenaikan harga rokok yang mencapai Rp50.000 masih menjadi pembicaraan hangat hingga kini.
Bahkan di media sosial Twitter, topik menolak kenaikan harga rokok menjadi trending pada Minggu (21/8/2016) pagi.
Sejatinya, pemerintah masih mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp50.000, dari hasil sebuah studi itu.
Pasalnya setiap tahun, pemerintah memang selalu mengevaluasi cukai rokok.
Meskipun belum ada keterangan resmi, tetapi justru beredar pesan berantai soal harga terbaru rokok per September, di Facebook maupun aplikasi Whatsapp.
Entah siapa yang membuat daftar harga itu, tetapi menyebabkan para pecinta rokok semakin sinis menanggapinya.
Berikut kicauan netizen yang tak setuju harga rokok dinaikkan.
"Gua mati mah karna Allah, bukan karena rokok," kata @kazehaya_22a.
"Kami bayar pajak lebih banyak dibanding kalian yang sok sehat. Asap rokok itu enggak separah polusi udara. Paham," ujar @g3b_Pe.
"Rezim yang tidak kreatif mengharapkan pendapatan dari cukai rokok dengan cara karbitan," komentar @peppramu.
"Merokok itu pilihan. Hormati perokok juga. Jangan cuma yang antirokok yang dihormati," ungkap @rrmahayukd.
Namun banyak pula netizen yang mendukung usulan ini.
"Kok ditolak sih, kan demi kebaikan abang-abang juga. Biar bisa hemat duit dan tetep sehat. Enggak ngrokok tetep ganteng kok," tulis @maladina17.
"Daripada 50 ribu buat beli rokok sebungkus, mending ditabung buat modal kita nikah bang," ungkap @EkaDRahayu.
"Tolak harga rokok 50 ribu karena banyak yang masih bisa beli. Kalau 100 ribu pasti banyak yang berhenti," kata pengguna Twitter Irwan Gunardi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/label-harga-rokok121_20160820_192458.jpg)