Breaking News:

Indikator SPM Dikdas Disampaikan Melalui Film

Israr Ardiansyah, mengatakan, dalam film ini, pihaknya menyampaikam semua indikator yang harus dicapai sesuai dengan SPM Dikdas.

SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Suasana pelajar di Kota Palembang menonton fil Murid5 di Gedung Sukaria, Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tim advokasi Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas) Kemendikbud terus berupaya memberikan pemahaman tentang pelayanan minimal pendidikan dasar. Untuk mempermudah guru dan pelajaran dalam memahami hal ini, pihaknya menyampaikannya melalui film dengan judul "Murid5".

Ketua Tim Advokasi Kampanye SPM Dikdas, Israr Ardiansyah, mengatakan, dalam film ini, pihaknya menyampaikam semua indikator yang harus dicapai sesuai dengan SPM Dikdas.

"Ada 14 indikator yang harus dicapai, agar mudah dipahami kami menyampaikan semua itu melalui film yang terdiri dari 17 episode," ujarnya.

Permasalahan yang menyangkut SPM bisa terlihat dari film Murid5 ini, seperti masih kurangnya guru berserfikat , serta daya tampung kelas yang belum memenui standar sebanyak 32 orang. Indikator inilah yang menjadi bagian dari 27 indikator yang harus dimiliki oleh sekolah.

Ardiansyah mengatakan, film ini mengisahkan kehidupan 5 orang pelajar bernama Johni , Wati ,Budi , Untung dan Irma, yang tinggal di suatu perkampungan  Mekar Jaya dekat lereng gunung di kepulauan Jawa.

Kelimanya memiliki cara unik dalam mengatasi segala keterbatasan dalam memperjuangkan hak memperoleh pendidikan yang bermutu di desanya.

Permasalahan yang menyangkut akan standar kelayakan minimal yang  belum terpenuhi di SD Mekar Jaya, menjadi tantangan yang dihadapi kelima pelajar beserta guru dan penghuni lainnya. Meskipun serba kekurangan namun semua  selalu bahu membahu sehingga mampu menghadapinya segala tantangan tersebut tanpa harus berkeluh kesah.

"Dari film inilah kita  mengkampanyekan untuk mendorong publik bisa mencapai pendidikan yang berkualitas secara menyeluruh bagi anak Indonesia. Melalui pencapaian standar minimal pendidikan (SPM) akan memberikan konstribusi signifikan terhadap kegiatan belajar yang baik, nyaman dan berkualitas," ujarnya.

Ardiansyah mengatakan, film yang berdurasi  4 menit ini digarap oleh sutradara terkenal Ifa Ifansyah serta penulis naskah Prisma Rusdi dibuat dengan begitu menarik. Setiap pesan yang disampaikan dalam film ini, dikatakan Israr menggunakan gaya bahasa popular yang dapat langsung mengena ke kalangan pelajar dan pihak sekolah.

"Program ini sudah berjalan sejak 2014 lalu dan ada 108 kabupatem diharapkan dapat menerapkan program ini. Alhamdulillah saat ini sudah banyak sekolah yang memetakan sekolahnya agar memenuhi SPM Dikdas, termasuk di Sumatera Selatan," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved