Prihatin Tradisi Upacara HUT RI Ditinggalkan

"Kita sangat prihatin kalau tradisi upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ditinggalkan." kata Robby.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Robby Budi Puruhita, Aggota DPRD Sumsel ftaksi PDIP yang menjabat Ketua panitia perlombaan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Robby Budi Puruhita mengaku prihatin tidak sedikit kalangan yang sudah meninggalkan tradisi upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.

"Kita sangat prihatin kalau tradisi upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ditinggalkan. Kita dari PDI Perjuangan tetap mempertahankan tradisi upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI," ungkap Ketua Panitia HUT RI ke-71 DPD PDI Perjuangan, Robby Budi Puruhita, Jumat (12/8/2016).

Robby Budi Puruhita, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu merangkap Ketua Bapilu DPD PDIP Sumsel mengatakan semangat kebangsaan harus dicerminkan dalam tradisi.

"Kebangsaan bukan sekadar menganut cinta tanah air. Memang kita cinta tanah air, produk dalam negeri. Tapi harus diejawantakan dengan tradisi seperti upacara dalam bentuk penghormatan. Jangan ditinggalkan. PDIP wajib hukumnya meneruskan tradisi ini. Kita sepakat semangat nasional bisa diejawantakan dengan hal lain. Definisi nasionalisme. Kita hargai. Tapi upacara sebagai tradisi jangan ditinggalkan," jelas Robby yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Sumsel.

Selain prihatin dengan orang yang sudah meninggalkan upacara bendera HUT RI. Robby juga miris malah ada yang tidak hapal teks Pancasila, UUD 45.

"Jati diri kebangsaan kita akan hilang. PDI Perjuangan sendiri akan melaksanakan upaca bendera HUT RI ke 71. Karena menyangkut DPD, DPC, ranting bisa melibatkan 500 orang. Ini serentak dilakukan DPC PDIP se-Sumsel. Menjalankan instruksi DPP. Tempatnya belum tahu. Kalau tahun lalu di Kantor DPD PDIP Sumsel. Memperingati Hari Kemerdekaan. Kalau ke dalam lebih konsolidasi mempererat silaturahmi dari DPD sampai tingkatan ranting," jelas Robby.

Sementara PDIP memiliki 8 tangkai perlombaan. Meliputi sepakbola berdaster, makan kerupuk, bakia, joget balon, tarik tambang, lari karung, panjat pinang, lari kelereng.

"Isinya kegiatan lomba yang selama ini ditradisikan seperti makan kerupuk. Kawan-kawan fraksi tanding dengan ranting. Wajib bersenang-senang, rasa syukur dalam menghadapi Hari Kemerdekaan. Kegiatan olahraga kerakyatan.yang kita bangkitkan karena sudah tradisi. Tidak mengurangi esensi perayaan itu sendiri. Kegiatan sosial ada keinginan gelar donor darah. Sudah ada wacana itu. Kalau ada keluarganya ranting diajak lomba," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved