Anggaran Terbatas, Disperindag Muba Tak Mampu Berbuat Banyak

Dengan alasan terbatasnya anggaran Disperindag Muba tidak bisa berbuat banyak untuk menertibkan makanan kedaluarsa.

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Nampaknya peredaran makanan dan minuman kadaluarsa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kurang perhatian. Buktinya masih banyak makanan kadaluarsa yang beredar luas divwilayah pedesaan.

Namun, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muba tidak bisa berbuat banyak karena terbatasnya anggaran.

"Seharusnya makanan dan minuman yang beredar kelayakanya diperhatikan lagi. Buktinya saya pernah membeli makanan di warung, disana tertulis tanggal kadaluarsanya tahun 2015 bulan Desember," kata Safri, warga Keluang, Selasa (2/8).

Diungkapkanya, bahwa kejadian ditemukannya makanan kadaluarsa bukan yang pertama kali saja, bahkan warga sekitar tempatnya tinggal pernah mengalami hal serupa. Oleh karena itu pemerintah harus lebih jeli dalam melakukan pengawasan makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

"Makanan kadaluarsa biasanya dipasarkan pada desa-desa yang mempunyai warung-warung kecil, sedangkan warung besar yang berada di kota pihak distributor langsung yang mengisi. Kami berharap pemerintah dapat melihat jeli permasalahan ini, agar tidak terjadinya keracunan oleh makanan kadaluarsa," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muba, Zainal Arifin melalui Kasi Pendaftaran Perusahaan, Markonah, mengatakan peredaran makanan dan minuman masih banyak ditemukan. Bahkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya peredaran makanan dan minuman kadaluarsa diwilayah Bayung Lencir.

“Kita akui bahwa saat ini masih banyak ditemukan makanan kadaluarsa di Muba, tetapi saat ini kondisinya kita terkendala anggaran. Jadi kalau ada laporan seperti di Keluang, pasti membutuhkan biaya untuk meninjau kelokasi,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap menerima laporan maupun keluhan masyarakat jika menemukan makanan kadaluarsa. Karena, pihaknya melakukan pengawasan pertriwulan, karena anggaran terbatas sehingga jarang.

"Dulu pengawasan sering dilakukan karena anggaran masih mencukupi, tapi sekarang ini hanya persemester dan itupun tidak semua wilayah di Muba," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved