Torabika Soccer Championship

Ahsanul Qosasi Minta Pemain Madura Jangan Jemawa

“Pada suatu waktu, kalian pasti akan mengalami kekalahan dalam pertandingan. Semoga kekalahan itu tidak terjadi di putaran pertama ini.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Madura United 

SRIPOKU.COM, MADURA-Hanya berada di bawah Arema, dan sewaktu-waktu bisa menempati puncak klasemen, Madura United diminta tidak jemawa. Sejauh ini, Laskar Sapeh Kerrap, terus menunjukkan tren positif di ajang TSC 2016. Kendati demikian, Presiden Klub, Achsanul Qosasi mengingatkan, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan agar tidak cepat puas dengan keberhasilan yang diraih hingga pekan ke-12.

Itu disampaikan setelah Laskar Sape Kerrab merebut kembali puncak klasemen usai mengalahkan Persija Jakarta. Madura United sudah mencatat 5 kemenangan beruntun baik kandang maupun tandang.

“Pemain jangan sampai lengah dan tinggi hati,” kata AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi seperti dilansir dari situs resmi klub, Kamis (28/7/2016).

Skuad asuhan Gomes De Oliviera, masih menyisakan satu laga lagi di bulan Juli ini, yakni menjamu Persipura Jayapura. Menghadapi Mutiara Hitam bakal menjadi ujian terberat bagi Madura United. Sebab, mereka dituntut menang sesuai target sapu bersih laga yang bergulir selama bulan Juli.

“Di bulan Juli, Madura united ditarget sapu bersih poin. Masih terdapat satu pertandingan lagi di bulan Juli ini, yakni akan hadapi Persipura Jayapura pada 30 Juli mendatang di Stadion Gelora Bangkalan. Kick off pukul 16.00 WIB,” tegasnya.

AQ berharap, Madura United mampu menpertahankan hasil positif ini, setidaknya hingga turnamen putaran pertama selesai. Kalaupun harus menelan kekalahan itu dianggap sebagai bagian dari kompetisi yang harus diterima oleh tim. Menurutnya, pemain harus menyiapkan mental dalam situasi apapun.

“Pada suatu waktu, kalian pasti akan mengalami kekalahan dalam pertandingan. Semoga kekalahan itu tidak terjadi di putaran pertama ini. Mental kalian harus dipersiapkan dengan baik bukan hanya mental sebagai pemenang. Tetapi juga mental saat harus kalah. Jika mental kalian sudah siap, maka jadikan kekalahan tersebut sebelum pertandingan selesai,” imbuhnya.

“Sebelum peluit akhir kalian harus berusaha membalikkan keadaan. Kalian harus berani membalas kekalahan, jangan sampai terpuruk. Kalaupun kekalahan harus terjadi hingga selesainya pertandingan, berarti kalian harus segera bangkit jangan terpuruk dengan menyalahkan pihak-pihak lain,” pungkas AQ.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved