Tinggal Urusan Mental, Harus Lawan Diri Sendiri
Bahkan terkadang dalam situasi krusial, kematangan mental seorang atlet bisa jadi penentu kemenangan.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Bagi seorang atlet tidak hanya kemampuan fisik dan tehnik yang diandalkan dalam suatu pertandingan, tapi juga kematangan mental jadi satu hal penting untuk diperhatikan.
Bahkan terkadang dalam situasi krusial, kematangan mental seorang atlet bisa jadi penentu kemenangan.
Apalagi di level pertandingan sekelas Pekan Olahraga Nasional (PON), setelah semua atlet disaring baik di Pekan Olahraga Antar Wilayah (Porwil) juga dalam Pra Kualifikasi PON.
Tinggal atlet terbaiklah yang bisa berlaga dipanggung tertinggi multievent se-Indonesia itu.
Begitulah yang diungkapkan Nabila, atlet Wushu jurus spesialis Taiji Quan.
Jika dalam kondisi saat ini tinggal mental menjadi penentu hasil dalam PON nanti.
"Tinggal mental saja. Karena dalam cabor wushu khususnya dinomor Taolu harus melawan diri sendiri,"
"Jika bisa melawan diri sendiri untuk memecahkan gerakan, dan mampu menjaga kondisi mental untuk tetap bisa percaya diri dan semangat. Hasil dapat selurus dengan itu," ujar wanita kelahiran 14 Februai 1998 ini, Senin (18/7/2016)
Dikatakan Nabila, hingga kini musuh terbesarnya adalah kemampuan untuk menembus batasnya.
Selama ini, yang melakukan lompatan masih belum mampu menembus derajat.
Hal itu karena beberapa waktu lalu wushu sedikit terhambat latihan di atas matras.
"Tapi alhamdulillah kini sudah latihan di atas matras. Karena kami diizinkan untuk berlatih di Bandiklat Provinsi Sumsel,"
"Dengan itu, setelah latihan di atas matras, walaupun sulit derajat bisa diusahakan untuk dicapai," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nabila-atlet-wushu-sumsel_20160719_140609.jpg)