Ini Ciri-ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar
Sebagian ulama mengatakan saat malam Lailatul Qadar datang, cuacanya sangat menenangkan dan membuat nyaman.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bagi umat Islam, 10 hari terakhir di bulan Ramadan merupakan saat-saat yang paling ditunggu.
Karena di salah satu malamnya terdapat malam spesial yang lebih dikenal dengan malam lailatul qodar. Lailatul qadar dipercaya turun pada salah satu malam ganjil.
Pada malam itu, barang siapa mengerjakan amal ibadah, maka pahalanya sama dengan mengerjakan ibadah selama 1.000 bulan, atau sama dengan 82 tahun.
Pada malam itu Allah menurunkan para malaikatnya dengan seizin Allah SWT untuk datang kepada manusia yang sedang beribadah.
Menurut sebagian ulama mereka itu diusap oleh malaikat untuk dikabulkan doa-doanya.
Oleh karena itu tak heran jika umat muslim berlomba-lomba untuk dapat meraihnya atau bertemu dengan malam yang penuh berkah, rahmat, dan maghfiroh tersebut.
Lalu seperti apakah lailatul qodar itu. Dan orang seperti apa yang akan mendapatkannya. Kemudian apa ciri-ciri orang yang mendapat lailatul qadar?
Sebagian ulama mengatakan saat malam Lailatul Qadar datang, cuacanya sangat menenangkan dan membuat nyaman.
Angin bertiup sepoi-sepoi tak besar dan tak kecil.
Pada malam itu juga seseorang yang merasakan malam Lailatul Qadar, hatinya diberikan ketenangan.
"Lailatul qodar itu tidak berbentuk. Jangan nanti kita melihat kilatan cahaya dikira itu lailatul qadar. Padahal bisa saja itu cahaya lampu senter," ujar Ustad Abdul Fatah SH, dalam ceramahnya menjelang salat tarawih di Langgar Haqqul Yakin, Jalan Bungaran Kelurahan 8 Ulu Palembang, Jumat (24/6/2016) lalu.
Menurut Ustad Abdul Fatah atau juga dikenal dengan nama Ustad Afdhal, ciri-ciri orang yang mendapat lailatul qadar akan terlihat setelah bulan ramadan.
Ciri-cirinya yakni orang itu lebih baik perilakunya maupun ibadahnya dibandingkan sebelum bulan ramadan.
"Ibadahnya lebih meningkat. Kalau selama ini suka ngomongi orang atau bergunjing, setelah ramadan tidak lagi," ujar Ustad Afdhal.
"Sama halnya dengan ciri-ciri orang hajinya mabrur. Setelah pulang haji apakah ada perubahan ke arah yang baik secara perilaku dan ibadah, atau malah sebaliknya," jelas Ustad Afdhal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-lailatul-qadar_20150706_213216.jpg)