Torabika Soccer Championship

Pelatih Persija:Suproter Dilarang Masuk Stadion Berat bagi Kami

Hal ini dirasa cukup sebagai bukti bahwa telah terjadi pelanggaran disiplin pada pertandingan tersebut.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Paulo Camargo 

SRIPOKU.COM-Terhentinya pertandingan Persija vs Sriwijaya FC pada tanggal 24 Juni 2016 yang lalu berdampak buruk bagi Persija.

Komisi Disiplin Indonesian Soccer Championship (ISC) pada sidang yang dilangsungkan pada tanggal 27 Juni 2016 memutuskan memberi sanksi hukuman yaitu Persija dinyatakan kalah 0-3 dan denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) karena pelanggaran terhadap Pasal 63 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Kode Disiplin ISC.

Seperti dilansir dari situs resmi Persija Jakarta, hukuman dijatuhkan karena Persija dianggap gagal untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pertandingan.

Selanjutnya pada Sidang lanjutan Komisi Disiplin pada tanggal 28 Juni 2016 diputuskan bahwa Persija kembali dihukum dengan denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan larangan untuk memasuki stadion untuk supporter Persija (Jakmania dan/atau kelompok supporter Persija lainnya) selama 6 bulan dalam Torabika Soccer Championship 2016 karena pelanggaran terhadap Pasal 63 dan Pasal 64 ayat 1 huruf (a) dan( b) Kode Disiplin ISC.

Hukuman tambahan ini dijatuhkan karena Persija wajib bertanggung-jawab terhadap tingkah laku buruk penonton seperti tindak kekerasan terhadap orang dan obyek tertentu, menyalakan perangkat pembakar, melemparkan benda tertentu, penyalaan petasan, bom asap, pemasangan segala bentuk penghinaan yang terkait dengan agama dan politik, mengucapkan penghinaan dalam bentuk kata-kata atau suara atau menyerbu ke dalam lapangan permainan.

Berdasarkan laporan dan fakta yang terjadi di lapangan pada pertandingan tersebut dimana pada menit ke 81 terlihat penyalaan flare, kembang api, petasan dan smoke bomb oleh supporter Persija menimbulkan gangguan terhadap jalannya pertandingan, dan kemudian beberapa supporter Persija dari arah tribun timur masuk ke dalam lapangan dan terjadi bentrok dengan aparat keamanan yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan di dalam dan luar stadion .

Hal ini dirasa cukup sebagai bukti bahwa telah terjadi pelanggaran disiplin pada pertandingan tersebut.

Pelatih Persija, Paulo Camargo pun mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian ini, juga merasakan sanksi itu sangat berat bagi Persija.

"Ini sangat berat, pendukung dilarang masuk stadion, padahal mereka bagian dari kami dan memberikan spirit tinggi bagi tim. Tetapi kami menerima ini meski berat," jelasnya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved