Tiga Remaja Anggota Begal Sadis di Tebingtinggi Dibekuk

Tiga remaja Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang ini masih muda tetapi sudah menjadi kawanan begal sadis.

Penulis: Awijaya | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/AWI WIJAYA
Tiga tersangka begal di Tebingtinggi Empatlawang ini masih remaja terbilang sadis. 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG --Tiga kawanan begal sepeda motor diringkus anggota Polres Empatlawang. Ketiga tersangka Zainudin (18) warga Jalanjati Kecamatan Pendopo, lalu Ramadon (18) warga Jaya Loka Kecamatan Tebingtinggi, dan Riko alias Dep(18) Warga Kelurahan Pagaralam Damping Kecamatan Pendopo Empatlawang.

Ketiganya merupakan begal motor yang meresahkan di Empatlawang, dua tersangka Riko alias Dep dan Ramadon masing-masing mengaku telah tiga kali melakukan pencurian dengan kekerasan di jalan diantaranya melakukan pembunuhan terhadap korban pemilik ojeg gandeng di Tebingtinggi belum lama ini.

Kasat Reskrim Polres Empatlawang AKP Nanang Supriyatna mengatakan salah satu korban begal ini adalah melakukan pencurian sepeda motor milik polisi yang saat itu hilang didepan kontrakan di Jayaloka Kecamatan Tebingtinggi.

" Setelah korban melapor, langsung kita lakukan pengejaran," kata AKP Nanang kepada wartawan, Selasa (28/06).

Dilanjutkan Nanang, berdasarkan informasi pada Senin (27/06) pelaku pada saat itu tengah berada di Jalan Poros Noerdin Pandji sekitar Km 7 Kecamatan Tebingtinggi. Polisi langsung bergerak dan mengamankan  tersangka Zainudin dan Ramadon. Petugas juga mengamankan barang bukti Kunci T dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion Nopol BG 4039 SN Warna Merah.

Hanya berselang beberapa saat setelah dilakukan pengembangan polisi berhasil menangkap Riko alias Dep yang ternyata pelaku pembunuhan terhadap Yusuf dan perampokan dengan korban atas nama Miko Tomas yang mana saat itu korban mengalami luka bacok di tangan.

Tersangka diancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara diatas 9 tahun.

Sementara Riko alias Depf mengaku saat melakukan pencurian dengan melakukan pembunuhan terhadap tukang ojeg dilakukan bertiga, dirinya bersama Romadon dan salah seorang lagi masih DPO.

"Saya hanya diajak, nujahnyo bukan aku," akunya.

Sementara Romadon mengaku telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali diantaranya ikut pada percobaan perampokan sepeda salah seorang ojeg gandeng atas nama Yusuf belum lama ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved