Kultum
Puasa dan Pesan Kesehatan
SEPERTI kita ketahui, puasa merupakan salah satu cara mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan puasa, kita bisa menjaga hati dari sifat sombong
Oleh : Padjrin SPdI
Editor Jurnal Intizar UIN Raden Fatah Palembang
SRIPOKU.COM - SEPERTI kita ketahui, puasa merupakan salah satu cara mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan puasa, kita bisa menjaga hati dari sifat sombong atau iri. Dengan puasa juga, kita selalu beristighfar ketika hendak melakukan perbuatan dosa. Itulah makna dari mendekatkan diri kepada Allah dengan puasa.
Tapi bukan hanya puasa saja yang menjadi sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Semua ibadah, seperti salat atau sedekah, dapat membuat kita dekat kepada Allah jika betul-betul kita ikhlas melaksanakannya.
Berita Lainnya:
Rahasia Malam Lailatul Qodar
Seperti ibadah pada umumnya, puasa juga memiliki nilai moral yang dapat membentuk kualitas perbuatan manusia. Puasa dapat menciptakan keseimbangan hidup antara si kaya dan si miskin. Puasa juga dapat membentuk masyarakat yang harmonis karena mengajarkan toleransi dan pro-sosial.
Setiap ibadah di dalamnya terkandung pesan moral. Bahkan begitu mulianya pesan moral ini, sampai Rasulullah SAW menilai 'harga' suatu ibadah itu dilihat dari sejauh mana kita menjalankan pesan moralnya. Apabila ibadah itu tidak meningkatkan akhlak kita maka ibadah itu tidak bermakna. Dengan kata lain, kita tidak melaksanakan pesan moral ibadah itu.
Dalam suatu riwayat bahwa pada bulan Ramadan ada seorang wanita sedang mencaci-maki pembantunya dan Rasulullah SAW mendengarnya. Kemudian beliau menyuruh seseorang untuk membawa makanan dan memanggil perempuan itu. Lalu Rasulullah bersabda, "Makanlah makanan ini". Perempuan itu menjawab, "Saya sedang berpuasa ya Rasulullah". Rasulullah berkata lagi, "Bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci-maki pembantumu. Sesungguhnya puasa adalah sebagai penghalang bagi kamu untuk tidak berbuat hal-hal yang tercela. Betapa sedikitnya orang yang shaum dan betapa banyaknya orang yang kelaparan".
Ketika Rasulullah mengatakan, "Betapa sedikitnya orang yang puasa, dan betapa banyaknya orang yang kelaparan", Nabi menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi tidak sanggup mewujudkan pesan moral itu, tidak lebih sekadar orang-orang lapar saja.
Semua ajaran Islam itu mengandung pesan moral. Dan pesan moral itulah yang saya pikir dipandang sangat penting di dalam Islam. Mengapa Islam menekankan prinsip moral?, prinsip akhlak?, karena kedatangan Rasulullah yang mulia bukan hanya untuk mengajarkan zikir dan doa. Bahkan Nabi secara tegas mengatakan bahwa misinya ialah untuk menyempurnakan akhlak; termasuk ibadah shaum, bangun tengah malam dan salat. Semuanya diarahkan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Bahkan kalau ada orang yang menjalankan pelbagai ibadah, tetapi kurang memperhatikan akhlaknya, Islam tidak menghitung ibadah itu. Ada pernyataan kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah ada orang yang berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk melakukan qiyamul lail, tetapi ia menyakiti tetangganya dengan lidahnya". Maka Rasulullah Saw menjawab, "Dia di Neraka".
Lalu, sebenarnya apa yang menjadi pesan moral ibadah puasa yang kita lakukan itu? Salah satu pesan moral ibadah puasa yang utama ialah kita dilarang memakan makanan yang haram; supaya kita menjaga diri jangan sembarang memakan makanan. Bahkan makanan halal pun tidak boleh kita makan sebelum datang waktunya yang tepat. Jadi jangan sembarang makan. Jangan makan asal saja. Kita mesti memperhatikan apa yang kita makan itu.
Pesan moral Ramadan adalah jangan jadikan perut Anda sebagai kuburan orang lain. Jangan jadikan perut anda sebagai kuburan rakyat kecil. Jangan pindahkan tanah dan ladang milik mereka ke perut anda. Itulah pesan moral puasa yang relevan dengan kondisi saat ini; ketika kita dikejar-kejar oleh konsumtivisme (senang berfoya-foya dan berbelanja barang yang tidak bermanfaat) dan dikejar-kejar untuk meningkatkan status sosial. Kita jarang berani memakan hak orang lain. Kita sering jadi omnivora (binatang pemakan segala) tanpa memperhatikan halal dan haram.