Jalintim Lumpuh Total Sepanjang 10 Kilometer
Guna mengantisipasi terjadinya saling mendahului kendaraan, setiap satu kilometer di sepanjang Jalintim, disiagakan satu petugas Polantas.
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, INDERALAYA-- Truk fuso pengangkut barang-barang ekspedisi mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas), di Jalintim Km 18 Desa Teluk Kecapi Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (27/6) pukul 10.00, mengakibatkan arus lalulintas di sepanjang Jalintim Palembang-Inderalaya, mengalami kemacetan sejauh lebih kurang sejauh 10 kilometer.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kemacetan terparah hingga menyebabkan terjadinya penumpukkan kendaraan yakni dari mulai titik simpang gerbang Pemulutan mencapai ke Km 16 simpang pelabuhan dalam, atau tepatnya di perusahaan pertamina gas surya esa perkasa ( PT Sep).
Sedangkan, untuk kendaraan dari Inderalaya hendak menuju ke Palembang, terjadi kemacetan dan penumpukkan kendaraan dari mulai simpang "Y" desa Pelabuhan Dalam Pemulutan sampai menuju ke Jalintim Km 30 Timbangan Inderalaya, tepatnya di depan RM Tiga Saudara.
Guna mengantisipasi terjadinya saling mendahului kendaraan, setiap titik 1 Km di sepanjang Jalintim, anggota unit Lantas Polres OI siaga di lokasi. Sehingga, tak terlihat satu pun para sopir yang berani untuk berusaha saling mendahului.
Mereka pun (sopir, red), terlihat disiplin dengan tidak mendahului kendaraan yang berada di depannya.
Sehingga, antispasi penumpukkan kendaraan di badan jalan raya berjalan lancar tanpa hambatan. Barulah, setelah lebih kurang satu jam tertahan di tepi badan jalan, bangkai truk Fuso pengangkut barang-barang ekspedisi yang menyebabkan kemacetan tersebut, berusaha dievakuasi ke trotoar jalan raya.
Selang beberapa saat kemudian, setelah proses evakuasi berjalan, arus lalulintas kembali berangsur-angsur normal.
Sementara, menurut Anwar (50), sopir truk pengangkut barang-barang sembako yang melintas dari Timbangan Inderalaya menuju ke Palembang, sempat mengaku kesal lantaran, keterlambatan bongkar muat.
"Berdasarkan jadwal, semestinya, shubuh tadi (kemarin, red), sudah sampai di Palembang, untuk bongkar muatan di sekanak, ini sudah pukul 10 masih tertahan di timbangan Inderalaya," ujarnya.
Menurutnya, ia pun terpaksa harus menunggu waktu sore menjelang malam hari baru bisa melintas.
Kasatlantas Polres OI AKP M Sadeli didampingi anggota unit Laka Brigpol Rizka Arimbi mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin bersama Dishub mengurai terjadinya penumpukkan kendaraan yang menimbulkan kemacetan panjang.
"Kendaraan yang mengalami kecelakaan sudah kita evakuasi, arus lalulintas berangsur-angsur kembali lancar pada pagi Senin menjelang siang hari," ujarnya di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/atur-kemacetan_20160627_192820.jpg)