hujan Buatan Bikin Adem Berpuasa

Hujan buatan dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sedikit banyak mulai menampakkan hasil.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Hujan buatan dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sedikit banyak mulai menampakkan hasil. Ini juga rupanya bikin adem cuaca dirasakan masyarakat Sumsel yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan yang akan memasuki musim kemarau.

"Alhamdulillah kita baca di koran pemerintah melakukan hujan buatan untuk mencegah supaya tidak sedahsyat parahnya kebakaran hutan dan lahan seperti tahun lalu. Ternyata berdampak juga membikin cuaca yang tadinya diprediksi bakal kemarau panjang, ini ada hujannya. Bikin adem kita adem. Saya pantau mulai dari kawasan bandara, Sukarami, Jl Kol H Barlian, Jl Angkatan 45, Kampus, Kambang Iwak, Jl Jenderal Sudirman setidaknya sampai mau berbuka puasa ini merasakan hujan," ungkap karyawan swasta Ramadon yang mengaku pulang kerja sempet terkena hujan, Selasa (14/2/2016).

Kasi Informasi dan Observasi Stasiun Meteorologi BMKG SMB II Palembang Agus Santosa membenarkan adanya hujan yang mengguyur sebagian wilayah.

"Kalau diperhatikan hujan terjadi di sebelah timur Palembang termasuk perbatasan Lampung, Selat Bangka terkena juga hingga pada pukul 16.00. Sebenarnya lebih dominan dinamika atmosfer. Dari sebelumnya bahannya masih terpendam, energinya masih tersimpan. Inilah saat yang tepat dilakukan TMC," kata Agus Santosa.

Menurutnya TMC masih tetap diteruskan, terutama pada awan di daerah yang banyak Karhutla. Yang dihantam di daerah OKI. Prinsipnya mencari awan penghujan.

"Kalau awannya belum potensi, dibiarkan dulu. Sebab TMC dilakukan harus ada bahannya dulu. Kalau nggak, nggak bakalan berhasil. Bahannya ini yang bantu dengan awan penghujan," jelasnya.

Kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto SH yang dikonfirmasi terkait hujan mulai terjadi, membenarkan ini merupakan karunia Tuhan.

"Bersyukur pada Allah diturunkan hujan yang banyak untuk membasahi gambut sehingga mencegah Karhutlah. Artinya TMC diberkahi," ungkap Kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto SH.

Menurut pria asal Lintang yang disebut-sebut calon kuat bakal Cawabup Empatlawang mendampingi Syahril Hanafiah, TMC ini sendiri akan terus berlangsung sampai awan CB masih berpotensi untuk dimodifikasi menjadi hujan.

"Prinsipnya TMC ini sendiri akan terus berlangsung sampai awan CB masih berpotensi untuk dimodifikasi menjadi hujan," ujar mantan Pj Bupati Ogan Ilir.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved