Breaking News

Pelajar SMP di Indralaya Ogan Ilir Rayakan Kelulusan dengan Kebut-kebutan

Siswa SMP di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang merayakan kelulusan, melakukan kebut-kebutan di jalan raya dan aksi corat-coret seragam sekolah.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sejumlah pelajar SMP di Inderalaya merayakan kelulusan dengan cara kebut-kebutan di jalan menuju Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Inderalaya. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA-- Siswa SMP di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang merayakan kelulusan, melakukan kebut-kebutan di jalan raya dan aksi corat-coret seragam sekolah.

“Kalau pelajar SMP melakukan kebut-kebutan dan aksi corat-coret untuk merayakan kelulusan, ini bertanda lemahnya pengawasan orang tua, mengapa anak baru SMP dibelikan motor, mereka kan belum saatnya, karena untuk mendapatkan SIM harus diatas 17 tahun,’’ kata Mariyam warga Inderalaya.

Menurut Ny Mariam, kalau terjadi seperti ini, orang tua jangan menyalahkan guru. ’’Guru sudah mendidik dan mengajarnya di sekolah, tapi kalau sudah diluar sekolah, sepenuhnya tanggung jawab orang tuanya, sebaiknya jangan dituruti setiap kehendak anak, apalagi sampai minta belikan sepeda motor, karena anak SMP belum saatnya berkendara,’’ tambahnya.

Sementara pantauan, Sabtu (11/6), para pelajar SMP di Kabupaten OI melakukan aksi konvoi di jalan raya dengan cara kebut-kebutan dan melakukan aksi corat-coret pakaian seragam sekolah.

Petugas sat Pol PP Pemkab OI terpaksa harus menjaga perkantoran, karena khawatir aksi para pelajar SMP akan mencoret dinding atau pagar perkantoran terpadu.

’’ Puluhan petugas Sat Pol PP kami kerahkan hari ini di perkantoran terpadu untuk menjaga, agar kantor tidak dicorat coret oleh para pelajar, sebab sudah terlihat sejumlah pelajar ngumpul di kantor terpadu,’’ kata Kasi Petertiban sat Pol PP Kurniawan.

Kadiknas Pemkab OI H Sidharta melalui Kasi Kurikulum Drs. Marsudi, MSi mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada pihak sekolah dan petugas Polres OI untuk mengantisipasi terjadi aksi kebut-kebutan dan corat coret para pelajar SMP yang merayakan kelulusan.

’’Kalau masih terjadi itu sudah diluar kemampuan kami, karena kami sudah memberikan himbauan, tinggal bagaimana pengawasan orang tua dari siswa itu sendiri,’’ kata Marsudi.

Sementara kata Marsudi jumlah kelulusan SMP di Kabupaten OI hampir seratus persen. "Dari 7.411 siswa SMP sederajat yang mengikuti UN yang dak lulus 1 orang, sisanya lulus semua," tutur Marsudi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved