Mengapa 10 Hari Pertama Ramadhan Sangat Penting, Ini Alasan
maka setan akan menjerit di akhir Ramadan karena kerja keras mereka justru sia-sia karena banyak umat Islam yang terhapus dosanya
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM-Ramadan bulan penun berkah dan ampunan bagi yang menjalankan ibadah puasa dengan benar dan tekun serta penuh ketabahan. Untuk ada tiga tahapan penting yang harus dilewati pada Mukmin untuk mendapatkan berkah dan ampunan.
Yakni ada 10 hari pertama, kedua, dan ketiga. Khususnya sepuluh hari pertama dianggap sebagai gerbang untuk melewati tahapan berikutnya, meski dalam Islam tetap ada beberapa keringanan bagi umatnya yang berjalangan puasa. Namun 10 hari pertama adalah kunci dari segala kemenangan umat Islam.
Seperti diungkapkan ustadz Hendra Zainuddin, pada 10 hari pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat. Banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita.
Sebagaimana yang diterangkan dalam hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,dimana ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”
Maka itu, sebaiknya di 10 hari pertama ini, harus banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmatNya.
Selanjutnya 10 hari kedua di Bulan Ramadan adalah maghfirah, pada 10 hari kedua banyak sekali dosa yg diampunkan bila kita bertaubat.
Untuk itu, pada 10 hari kedua hendaklah hendaknya memperbanyak salat malam, berdoa dan dzikir, serta bermuhasabah diri/bertaubat nasuhah.
Sebab, pada sepuluh hari kedua ini adalah merupakan kesempatan yang paling penting bagi umat Islam untuk mengurangi dosa-dosa yang sudah kita perbuat.
Dianjurkan pada 10 hari kedua Ramadan hendaknya kita berdoa dan dzikir untuk memohon ampunan Allah agar di ampuni dari dosa-dosa dan di jauhkan dari siksa api neraka.
Kemudian sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan adalah penghindaran diri dari siksa api neraka. Sepuluh hari terakhir inilah kesempatan kita untuk menyucikan diri kita dan banyak-banyak berdoa agar kita senantiasa dihindarkan dari api neraka.
Pada 10 hari terakhir ini terdapat pula malam lailatul Qadr, yaitu malam yang lebih mulia dari seribu bulan (QS. Al-Qadr).
Hendaknya di 10 hari terakhir, kita benar – benar berjuang untuk mendapatkan lailatul Qadr.
Jika umat muslim melewati ini semua, maka setan akan menjerit di akhir Ramadan karena kerja keras mereka justru sia-sia karena banyak umat Islam yang terhapus dosanya selama 11 bulan yang mereka perbuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/marhaban-ya-ramadhan_20160607_150912.jpg)