Waduh, Produksi Buah Sawit di Sumsel Turun 40 Persen

akibat penurunan produksi kelapa sawit itu pendapatan masyarakat menjadi berkurang.

Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Eko Adiasaputro
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--- Produksi kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sekitar 40 persen akibat musim kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2015.

"Produksi kelapa sawit mengalami penurunan sekitar 40 persen, karena kemarau tahun lalu," kata Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fahrurrozi, Selasa (7/6/2016).

Menurut dia, akibat kemarau tahun lalu itu, buah kelapa sawitnya kurang optimal pertumbuhannya sehingga sekarang ini produksinya turun.

"Sekarang ini kondisi alam dengan hujan sudah normal diharapkan bisa berangsur-angsur membaik," katanya.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan terhadap tanaman kelapa sawit itu dengan pemulihan dan melakukan pemeliharaan serta dipupuk apalagi saat ini hujan mencukupi.

"Mudah-mudahan kondisinya berangsur-angsur membaik, karena perlu waktu sekitar enam bulan untuk bisa kembali normal," ujarnya.

Dia menyatakan, akibat penurunan produksi kelapa sawit itu pendapatan masyarakat menjadi berkurang.

"Sekarang ini, harga kelapa sawit sudah bagus, tetapi kelapa sawit yang akan ditimbang tidak ada. Harga tandan buah segar kelapa sawit saat ini sebesar Rp1.700 per kilogram," ujarnya.

Produksi kelapa sawit Sumsel memberi kontribusi sekitar 10 persen terhadap total produksi sawit di seluruh Indonesia.

Luas tanaman kelapa sawit seluruh Indonesia sekitar 11 juta hektare, dan di Sumsel mencapai satu juta hektare.

Luas tanaman kelapa sawit Sumsel itu, sekitar 40 persen milik masyarakat, sedangkan 60 persen lagi milik perusahaan.

"Tanaman kelapa sawit di Sumsel milik masyarakat bermacam-macam ada yang plasma, swadaya, dan lainnya," katanya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved