Kultum

Marhaban Ya Ramadan

MARHABAN Ya Ramadan; kalimat ini sering kita lihat terpampang di spanduk dan banner di jalan-jalan Kota Palembang. Ada semacam perasaan senang ketika

Editor: Bedjo
www.wajibbaca.com

Oleh : Zuhri

Mahasiswa S3 UIN Raden Fatah Palembang

SRIPOKU.COM - MARHABAN Ya Ramadan; kalimat ini sering kita lihat terpampang di spanduk dan banner di jalan-jalan Kota Palembang. Ada semacam perasaan senang ketika membacanya. "Selamat datang bulan Ramadan". "Marhaban" yang berasal dari bahasa Arab, berarti luas dan lapang. "Marhaban" juga berarti kata (kalimat) untuk menghormati tamu. Ibnu Muhammad, dalam bukunya "Puasa Bersama Rasulullah" mengutip pandangan Quraisy Shihab menjelaskan, "Marhaban ya Ramadan atau "Selamat datang Ramadan" berarti kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan kami persiapkan untukmu tempat yang luas agar engkau bebas melakukan apa saja, yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa kami".

Berita Lainnya: Marhaban ya Ramadhan

Sudah sepantasnya bulan Ramadan kita sambut melebihi bulan-bulan lain. Karena bulan Ramadan membawa keagungan, keutamaan dan keistimewaan yang tidak dibawa oleh bulan lain. Di antara keistimewaan dan keutamaan tersebut, Ramadan merupakan bulan ibadah, bulan penuh berkah karena ganjaran amal dilipatgandakan melebihi bulan-bulan biasa, bulan keselamatan atau bulan pengampunan.

Dr Abdullah Aidh al-Qarni juga mengatakan, "Orang-orang saleh selalu merasakan kerinduan yang mendalam kepada Ramadan karena ia jarang berkunjung, lama menghilang, dan ia datang dengan kerinduan. Maka ia disambut dengan ungkapan: Selamat datang wahai puasa, wahai kekasih yang selalu mengunjungi kami setiap tahun. Kami telah bertamu denganmu dengan kecintaan penuh. Semua kecintaan yang kalau ditunjukkan kepada selain Allah adalah haram. Terimalah ya Allah puasa kami. Kemudian tambahkan kepada kami anugerah-Mu yang agung. Jangan Engkau siksa kami. Karena kami telah disiksa oleh kegundahan yang membuat kami terjaga sepanjang malam".

Bahkan Rasulullah SAW apabila datang bulan Ramadan, beliau selalu berkata, "Selamat datang, wahai orang yang mensucikan. Telah datang kepada kamu Ramadan, bulan yang mengandung barakah. Bulan di mana Allah SWT melindungi kamu, menurunkan rahmat, menghapuskan dosa dan mengabulkan doa kamu. Perlihatkanlah kepada Allah kebaikan yang timbul dari diri kamu. Maka celakalah orang-orang yang menantang rahmat ilahi".

Karena kita menyambut kedatangan bulan yang sangat istimewa ini, maka kita juga dituntut mempersiapkan diri. Ada empat hal yang bisa kita persiapkan:

Pertama, persiapan kejiwaan; yaitu persiapan dalam rangka melatih ruhaniyah, jiwa dan mental kita sebelum melaksanakan puasa Ramadan. Latihan ruhiyah, jiwa dan mental bisa kita lakukan dengan banyak melaksanakan puasa sunnah pada bulan Sya'ban.

Kedua, persiapan keilmuan; yaitu dengan memperbanyak membaca buku-buku tentang puasa Ramadan dan ibadah-ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadan. Seperti salat tarawih, i'tikaf dan membaca Alquran. Hal ini penting agar puasa yang akan kita lakukan pada bulan Ramadan nantinya benar-benar optimal, maka diperlukan pemahaman yang benar dan lengkap serta komprehensif.

Ketiga, persiapan fisik; karena memang ibadah puasa merupakan salah satu ibadah yang melibatkan fisik juga hati. Untuk itu, hampir semua aktivitas pada puasa Ramadhan memerlukan kekuatan fisik, baik dalam melaksanakan puasa itu sendiri, salat tarawih, tilawah Alquran, qiyamul lael dan ibadah-ibadah lainnya.

Keempat, persiapan materi; yaitu dalam rangka memperbanyak infak, sedekah dan tentunya zakat. Sebab, nilai balasan pahala infak, sedekah dan zakat akan dilipatgandakan oleh Allah Swt. Maka dari itu, kita sangat dianjurkan untuk memberikan santunan kepada orang lain dalam bentuk apapun termasuk tenaga walau sekecil apapun. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved