Hikmah Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
SRIPOKU.COM - "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Berita Lainnya: Ribuan Umat Muslim Antusias Gelar Pawai Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan, ummat Islam menyongsong kedatangannya dengan gembira dan sukacita bahkan dengan ungkapan "Marhaban Ya Ramadhan" selamat datang ya Ramadhan. Rasulullah SAW begitu gembira denga kedatangan bulan Ramadhan, diantaranya beliau mengutarakan kegembiraannya dengan ucapan "Telah datang di hadapan kalian bulan Ramadhan, sayyidusy syuhur pengulu sekalian bulan. Dia datang membawa berbagai macam keberkahan, selamat datang ya Ramadhan, maka muliakanlah kedatangannya, dia adalah sebak baik yang datang".
Dalam ungkapan lain dikatakannya, datang bulan Ramadhan, bulan yang di dalam ada satu malam lebih baik dari seribu bulan beramal. Bahkan juga dikatakan bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah dan keberkahan, itulah sebabnya bulan ini dinamakan juga bulan mubarok.
Sebagian ummat Islam yang kadar keimanannya lemah, Ramadhan akan menimbulkan beban dan menjadi saat-saat yang menyusahkan serta menyengsarakan mereka, karena mereka tidak dapat lagi bebas makan dan minum seperti biasa, mereka akan merasa tersiksa dan gelisah, inilah orang-orang yang merugi, semoga Allah memberinya petunjuk ke jalan yang benar.
Ramadhan berasal dari akar kata Arab ramidha atau arramadh yang berati panas terik matahari yang intens dan kering, terutama tanah. Dari akar yang sama ada ramdhaa, pasir terjemur, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan: "Shalat Dhuha adalah ketika unta muda dapat merasakan panas matahari pagi." Dengan demikian, Ramadhan disebut untuk menunjukkan sensasi panas di perut akibat kehausan.
Ramadhan sebagai nama bulan dipakai oleh masyarakat Arab sejak masa sebelum datangnya Islam, ada yang berpendapat sejak abad kelima masehi, waktu itu orang Arab menamakan bulan dalam setahun selama 12 bulan berdasarkan peredaran bulan disebut dengan bulan Qamariah, satu bulan selama 29 atau 30 hari dimulai dengan hilalnya atau munculnya bulan sabit dan berakhir tenggelamnya di ufuk setelah ijtimak atau kunjunsi.
Waktu itu orang Arab menamakan bulan itu sesuai dengan musim dan keadaan yang dilaluinya,
1. Muharam: berarti terlarang atau suci.
Pada bulan ini kaum Arab biasa menahan diri/melarang untuk berperang.
2.Shafar: diberi nama demikian karena bangsa Arab biasa
meninggalkan rumah-rumah mereka untuk berdagang atau memerangi musuh. Sebagian juga berpendapat mereka biasa meninggalkan rumah ke
negeri yang lebih sejuk untuk menghindari panas.
3.Rabi' al-Awwal: diberi nama demikian karena biasanya bersamaan dengan datangnya
musim semi yang sejuk.
4. Rabi' al-Akhar: ini adalah paruh kedua dari musim semi dan memasuki musim dingin.
5. Jumada al-Ula: pada
bulan ini, air terkadang membeku karena dinginnya musim.
6. Jumada al-Ukhra: ini adalah bulan kedua dari musim dingin.
7. Rajab:
berasal dari kata bahasa Arab yang berarti mensucikan sesuatu. Bulan ini merupakan salah satu dari bulan-bulan haram, di mana
perang dilarang.
8.Sya'ban: berasal dari kata tasy'aba yang berarti pergi ke berbagai arah atau memencar. Bangsa Arab biasa pergi
ke segala penjuru untuk mencari air, atau mencari nafkah atau memerangi musuh.
9.Ramadhan: kata Ramadhan berakar dari kata
ar-ramdha yang menunjukkan suasana cuaca yang panas.
10. Syawwal: berasal dari kata tasyawwala yang berarti sedikitnya atau
langkanya produksi susu dari unta-unta betina. Syawwal juga berarti naiknya suhu udara ketika memasuki musim panas.
11.
Dzulqaidah: merujuk kepada kebiasaan orang Arab untuk duduk-duduk di rumah mereka, menghindari panas dan menolak berperang. Bulan
ini juga merupakan salah satu bulan haram.
12.Dzulhijjah: dinamai demikian karena pada bulan inilah dilaksanakan prosesi ibadah
Haji. (diambil dari berbagai sumber)
Pendapat lain mengatakan dinamakan demikian karena Ramadhan menghangus dosa-dosa. Dinamakan demikian karena hati dan jiwa lebih mudah menerima nasihat dan mengingat Allah selama bulan Ramadhan, seperti pasir dan batu yang mudah menerima panas matahari. Para perumus bahasa yang indah ini mungkin telah terinspirasi oleh Allah (SWT) dalam penamaan bulan Ramadhan ini. Sementara panas merupakan hal yang membantu bentuk, dan cetakan hampir setiap hal, dari logam dan plastik, untuk tanaman dan sel-sel hidup. Ramadhan membentuk keperibadian orang beriman, reformasi, dan memperbaharui disposisi fisik dan spiritual dan perilaku .
Bulan Ramadhan mempunyai nama lain:
1. Syahrullah (bulan Allah), karena Allah SWT akan memberikan pahala yang besar bagi orang yang
melakukan kebaikan di dalamnya. Ibadah puasa langsung diberi pahala oleh Allah SWT sendiri.
2.Syahr Ala-i (bulan penuh nikmat dan
limpahan rahmat) karena pada bulan Ramadhan Allah SWT memberikan nikmat dan karunia yang berlipat ganda.
3. Syahr Qur'an (bulan
diturunkannya Qur'an).
4.Syahr an-Najaah (bulan pelepasan diri dari neraka).
5.Syahr a-Juud (bulan kedermawanan) karena pada bulan
Ramadhan dianjurkan lebih banyak memberi bantuan terutama kepada fakir miskin.
6.Syahr al-Muwaasah (bulan memberikan pertolongan
kepada orang yang berhajat/punya hajat).
7.Syahr at-Tilaawah (bulan membaca al Qur'an).
8. Syahr as-Sabri (bulan latihan bersabar
atas penderitaan dengan rela hati).
9. Syahr ar-Rahmah (bulan tempat Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba2-Nya).
10. Syahr as-Shiyaam (bulan puasa, karena setiap muslim wajib melaksanakannya kecuali yang berhalangan sesuai dengan syar’i). (NN). (Oleh : H. Nofrizal Nawawi Lc .M.Pd.I)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nofrizal-nawawi-lc-mpdi00_20150618_114403.jpg)