Komunitas

Usai Ungkap Kasus Langsung Refreshing dengan Memancing

Ia mengatakan, jika anggota sedang suntuk kerja setelah berhasil mengungkap kasus maka butuh refreshing.

Usai Ungkap Kasus Langsung Refreshing dengan Memancing
ISTIMEWA
Komunitas Fishing and Adventure (FAA) yang anggotanya Sat Intelkam Polresta Palembang saat memamerkan hasil memancingnya. 

SRIPOKU.COM -- Bagi sebagian orang, memancing adalah kegiatan yang membosankan, karena hanya duduk diam sambil menunggu ikan menyambar umpan. Terkadang para pemancing malah tidak mendapatkan ikan satu ekor pun.

Namun karena sudah menjadi hobi, hal itu tidaklah menjadi masalah. Bahkan, memancing menjadi aktivitas pengusir penat atau refreshing dari rutinitas sehari-hari.

Salah satu komunitas memancing yang saat ini masih eksis adalah FAA (Fishing and Adventure) yang anggotanya mayoritas anggota Intelkam Polresta Palembang. Komunitas ini berdiri tahun 2009 dengan total anggota 18 orang.

Ketua FAA Aipda Aviv Sancoko didampingi Wakil Ketua Bripka Doni Siswanto mengatakan, terbentuknya komunitas ini berawal dari semua anggota Sat Intelkam Palembang yang memang semua hobi memancing. Setelah itu baru dibentuk komunitas ini.

Ia mengatakan, jika anggota sedang suntuk kerja setelah berhasil mengungkap kasus maka butuh refreshing. "Usai itu (ungkap kasus) kita refrehsing dengan memancing untuk menghilangkan jenuh dan suntuk. Ini karena setiap ungkap kasus besar pasti cukup lama dan perlu penyelidikan. Tentu nya setelah berhasil kita refreshing," ungkapnya.

Ia menambahkan, sesuatu yang dicari pada saat memancing itu adalah sensasi strike ketika mendapatkan tarikan ikan besar. "Jika sudah berhasil strike, kita mendapatkan kepuasan tersendiri. Hal itu karena pada saat itu
tantangannya besar dan jantung menjadi berdebar-debar ingin mengalahkan tarikan ikan tersebut," katanya.

Untuk teknik yang digunakan ada dua teknik, pertama, teknik troling dan ngocer (dengan menggunakan umpan ikan kecil hidup) sehingga akan cepat disambar ikan lain.

"Yang kedua yakni teknik dasaran untuk mendapatkan ikan jenis ikan dasaran, ikan kerapu, parimacan, ikan belambangan (ikan jenahak)," bebernya.

Ditanya sudah beberapa lokasi ditaklukkan, Aviv membeberkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan sudah keliling kemana-mana, Selat Sadai Bangka, Toboali dan Tritip Bangka, Pulau 7 Bangka, Pulau Seribu dan Teluk
Bayur. "Dan Sungai Danau Cala, Bailangu Timur, Ulu Musi, Tebing, Daerah Kembahang, Sungai Endikat, Tanjung Lontar dan Simpang Mio," bebernya lagi.

Ditambahkannya, ia bersama komunitasnya memancing guna menghilangkan kejenuhan usai ungkap kasus. "Namun kita tak lupa bekerja untuk, dan tidak memluangkan hari kerja untuk memancing. Kerja tetap, mancing waktu libur dan usai ungkap kasus," tutupnya.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved