Breaking News:

Diduga Diperkosa, Siswi Kelas IV SD Mengalami Pendarahan Saat Belajar di Kelas

Pemerkosaan terhadap BL diperkirakan saat ia hendak pulang ke rumah dari sekolah yang berjarak hanya sekitar 700 meter dari rumah orangtuanya.

Penulis: Setia Budi | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Perbuatan keji terhadap anak di bawah umur diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali terjadi.

Aksi bejat tersebut kali ini menimpa, BL (10), seorang siswi kelas IV dari Sekolah Dasar Negeri (SD) di kawasan Muaradua.

Akibat aksi bejat pelaku yang diduga kenal dekat dengan korban ini, membuat bocah tersebut mengalami penderitaan serius di bagian kemaluannya dan harus menjalani perawatan di RSUD Baturaja.

Informasi berhasil dihimpun Sripoku.com, Kamis (2/6/2016), dugaan aksi pemerkosaan yang menimpa seorang anak di bawah umur di Kelurahan Pasar, Kecamatan Muaradua yang menggegerkan masyarakat tersebut terjadi Selasa (1/6/2016) pukul 12.00 WIB.

Pemerkosaan terhadap BL diperkirakan saat ia hendak pulang ke rumah dari sekolah yang berjarak hanya sekitar 700 meter dari rumah orangtuanya.

Kejadian itu terkuak setelah keluarganya curiga karena korban terus mengeluh sakit perut.

Keesokan harinya, saat waktu belajar di sekolah, korban mengalami pendarahan dari kemaluannya sehingga guru mengajar di sekolah langsung memberitahukan kejadian ini kepada orangtua korban.

Korban yang mengalami pendarahan di bagian kemaluannya ini sempat dibawa ke salah satu klinik.

Namun ternyata hasil pemeriksaan dianggap belum memuaskan, sehingga keluarga langsung merujuknya ke RSUD Muaradua dan akhirnya dirujuk lagi ke RSUD Ibnu Sutowo di Baturaja untuk menjalani perawatan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Satrio Wibowo melalui Kasat Reskrim IPTU Ujang Abdul Aziz SE mengatakan, polisi belum menerima laporan dari keluarga korban perihal dugaan pemerkosaan terhadap siswi SD tersebut.

"Kalau informasinya memang sudah kita terima. Tetapi kepolisian masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban melapor, agar proses selanjutnya dapat dilaksanakan," katanya.

Dia menyarankan, keluarga korban agar segera mungkin melaporkan peristiwa menimpa korban tersebut.

Hal ini agar mempermudah kepolisian melakukan proses penyidikan kejadian asusila tersebut.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved