Tabrakan Speedboat vs Jukung

Saksi: Jukung Tabrak Speedboat Hingga Pecah

Korban yang meninggal itu guru dan hari ini mau mengajar, karena itu kami berangkat dini hari

Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Petugas RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang memeriksa jenazah Nurida, korban tabrakan speedboat vs jukung, Senin (30/5/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang penumpang speedboat yang selamat, Abdurahman (49), menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat ia menumpangi speedboat tersebut bersama delapan penumpang lainnya yang semua masih satu keluarga dari Desa Talang Buruk Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin.

"Kami mau ke Palembang habis menghadiri acara pernikahan keluarga di sana dan berangkat pukul 03.00 tadi. Tapi saat tiba di lokasi itu, kami tidak bisa melihat sama sekali karena gelap dan tiba-tiba saja speedboat kami ditabrak jukung yang tidak memiliki penerangan dari arah yang berlawanan," ungkapnya.

Saat menabrak tersebut, dikatakan Abdurahman, jukung tersebut menabrak badan speedboat di bagian belakang samping tepat di mana Nurida duduk.

"Karena begitu kerasnya, sehingga badan speedboat yang ditabrak pecah dan korban yang duduk di tempat tersebut langsung terbentur hingga kemudian meninggal di tempat termasuk juga membuat penumpang yang duduk di begian tersebut juga luka-luka," terangnya.

Saat kejadian tersebut, masih dikatakan Abdurahman, speedboat tersebut berpenumpang sebanyak sembilan orang termasuk satu diantaranya merupakan serang.

"Jadi yang luka-luka itu yang duduk di bagian belakang sedangkan, saya sendiri saat itu duduk di depan," jelasnya.

Masih dikatakan Abdurahman, ia dan keluarganya berangkat lebih awal atau dini hari dikarenakan hendak mengejar waktu.

"Korban yang meninggal itu guru dan hari ini mau mengajar, karena itu kami berangkat dini hari," tuturnya.

Sementara itu, istri Almh Nurida, Wala (51), mengatakan, ia mengetahui kabar tersebut setelah dikabari penumpang yang selamat dari kejadian tersebut.

"Semalam istri saya menelpon, katanya mau pulang pagi supaya bisa langsung mengajar dan istri saya sendiri mengajar di SDN 85 Palembang," jelasnya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Senin (30/5).

Saat ditanya adakah firasat akan kepergian istrinya, Wala mengatakan, ia sama sekali tidak memiliki firasat apapun.

"Istri saya meninggalkan empat anak dan dua cucu. Semuanya sudah menanti di rumah. Ini jadi hal berat bagi anak bungsu saya yang harusnya ikut tes Unsri (Universitas Sriwijaya) hari ini (kemarin)," terangnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved