Diduga Indehoy, Warga Gerebek Pasangan Muda-mudi di Lubuklinggau Timur

Kedua pasangan bukan suami istri tersebut diduga sudah sering melakukan tindakan asusila.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Warga RT 09, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I heboh dengan digerebeknya sepasang muda-mudi yang bukan muhrim saat sedang melakukan perbuatan terlarang, Rabu (24/5/2016).

Diketahui kedua remaja yang digerebek warga tersebut bernama DS (22), warga Desa Ciptodadi, DS II, Kota Baru, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan JR (20) yang tak lain warga Cereme Taba Kota Lubuklinggau.

Menurut Dedek, seorang warga yang ikut melakukan penggerebekan, tindakan tersebut dilakukan pada Selasa (24/5/2016) sekitar pukul 18.00 WIB saat keduanya sedang berada di dalam kamar.

"Kemarin mereka bertiga, dua orang menunggu di luar rumah, sementara DS yang kita amankan berada di dalam rumah. Hal itu karena dari sore sampai malam hari berada ditempat itu. Akhirnya warga sepakat untuk melakukan penggerebekan," ungkapnya.

Bahkan menurut Dedek, kedua pasangan bukan suami istri tersebut diduga sudah sering melakukan tindakan asusila. Meski sudah beberapa kali diingatkan namun masih saja. Akhirnya warga yang kesal terhadap tingkah laku kedua pasangan itu melakukan penggerebekan.

"Kita sudah sering lihat mereka kumpul-kumpul. Tapi kita biarkan. Akhirnya kemarin warga yang berang langsung kumpul dan menggerebek keduanya. Kita temukan keduanya dan langsung kita arak tempat RT," ungkapnya.

Sementara Ketua RT 09, Rifa’at saat dibincangi kemarin membenarkan penggerebekan yang dilakukan warganya kemarin. Hanya saja permasalahan tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan dan masih menunggu pihak keluarga dari DS.

“Karena telah melakukan perbuatan kurang sopan dan mencemarkan nama baik kampung keduanya kita amankan dan bawa kesini. Saat ini saya bersama pihak kepolisian dari Polsek Lubuklinggau Timur dan pihak keluarga masih mencari solusi agar permasalahan ini cepat selesai,” kata dia.

Rifa'at juga menjelaskan setelah memanggil orangtua kedua belah, pihaknya sepakat kuntuk melakukan cuci kampung, dan siap menikahkan secara agama dan secara negara. Ia juga menyampaikan atas partisipasi warganya yang sudah menjaga nama baik kampung dengan menindak perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh seperti ini.

“Kepada warga saya mengucapkan terimah kasih banyak karena sudah menjaga nama baik tempat tinggal dengan mengamankan kedunya tanpa main hakim sendiri. Saya berharap dalam kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga anak-anak agar tidak mmelakukan perbuatan serupa,” katanya. (mg18/TS)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved