Dalam Sehari Bisa Tiga Kali Razia
Operasi Patuh ini mengedepankan penindakan pelanggaran lalu lintas. Jika salah langsung ditilang polisi.
Penulis: Andi Wijaya | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Selama 14 hari Polresta Palembang dan jajaran menggelar Operasi Patuh Musi 2016, khususnya di wilayah Kota Palembang. Dalam operasi tersebut, dalam sehari pihak kepolisian bisa melakukan razia hingga tiga kali.
"Operasi Patuh akan digelar dua sampai tiga kali sehari, tergantung kondisi dan perkembangan situasi di lapangan," ungkap Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara, Selasa (17/5/2016).
Ia mengatakan, operasi yang digelar secara serentak di Indonesia sejak Senin (16/5/2016) ini berbeda dengan operasi sebelumnya yakni Operasi Simpatik yang hanya menegur. Sedangkan Operasi Patuh ini mengedepankan penindakan pelanggaran lalu lintas. Jika salah langsung ditilang polisi.
Penindakan tersebut, menurut pria berpangkat melati satu ini untuk pengendara sepeda motor. Kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang diantaranya kelengkapan surat kendaraan, pengendara melawan arus, serta plat nomor tidak sesuai aslinya.
Kemudian, pembonceng yang tidak pakai helm atau dua-duanya, motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi) dan harus nyala lampu besar di siang hari, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan dan garis stop, serta naik motor lebih dari dua orang.
Sedangkan untuk pengendara mobil ada enam sasaran, yakni plat nomor tidak sesuai aslinya, tempel logo atau simbol pada plat nomor, pakai rotator atau sirene pada mobil pribadi, pengemudi mobil yang tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan dan garis stop.
"Razia yang akan berakhir pada 29 Mei 2016 mendatang ini melibatkan sekitar 85 personil yang terdiri dari jajaran Polresta Palembang dibantu petugas dari Dinas Perhubungan serta TNI," kata Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/andy-kumara-dan-maruly-pardede_20160517_171603.jpg)