Relokasi Pedagang Pasar Cinde Palembang Mandeg Akibat Lahan Bermasalah

Kalau dari pihak Raden Nangling dak masalah itu dibangun, asal dibicarakan. Selama ini pemerintah hanya menghubungi Thamrin Brothers.

Relokasi Pedagang Pasar Cinde Palembang Mandeg Akibat Lahan Bermasalah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Anggota Pansus II DPRD Sumsel, H Zainuddin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mandegnya proses bangun guna serah atau Build Operate Transfer (BOT) Pasar Cinde Palembang terkendala relokasi akibat lahan yang masih bermasalah.

"Ternyata tanah yang untuk relokasi pedagang di bekas bioskop Cineplex itu status quo. Satu sisi diakui milik Thamrin Brothers dan Raden Nangling yang sekarang dikuasakan dengan anaknya Raden Helmi Fansuri cucu Raden Nangling," kata anggota Pansus II DPRD Sumsel H Zainuddin, Jumat (13/5/2016).

Menurut informasinya, kata Zainuddin, tanah itu telah berpekara sejak dulu.

Meski demikian, pihak Raden Nangling bersedia jika pedagang Pasar Cinde akan direlokasi di lokasi tersebut asalkan pihak Raden Nangling ikut diajak bicara.

"Kalau dari pihak Raden Nangling dak masalah itu dibangun, asal dibicarakan. Selama ini pemerintah hanya menghubungi Thamrin Brothers. Padahal ini masih berstatus quo," jelas Zainuddin yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten OKU Selatan.

Zainuddin yang juga anggota Komisi IV DPRD Sumsel mengaku khawatir jika pedagang pasar Cinde direlokasi di lokasi yang bermasalah tersebut akan terjadi keributan antara dua belah pihak.

"Harusnya BOT Pasar Cinde itu sudah jalan. Tapi karena tempat relokasi pedagang bermasalah jadi belum pindah. Dan kalau dipindahkan pedagangnya nanti yang dirugikan karena persoalan ini," terangnya.

Seharusnya relokasi pedagang sesegara mungkin dilakukan mengingat sebentar lagi memasuki bulan Puasa.

"Lokasi relokasi itu paling strategis selain itu juga pedagang minta direlokasi di sana karena dekat dengan Pasar Cinde," jelasnya.

Raden Helmi Fansuri sendiri kepada para wartawan mengatakan pihaknya tidak menghalangi pembangunan relokasi Pasar Cinde eks Cineplek, asalkan izin.

"Saya sudah menang di Mahkamah Agung. Buktinya ada. Kalau mau dipakai silahkan saja. Caro wong betamu, izin dulu," kata Helmi Fansuri.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved