Inilah 'Jimat' Bung Karno yang Bikin Para Wanita Bertekuk Lutut

Sebenarnya apa rahasianya?

Editor: Darwin Sepriansyah
Istimewa
Dewi Soekarno dan Soekarno. 

“Dik, kau tahu? Kau tidak pernah mencari aku, aku juga tidak pernah mencari kau. Tapi Allah sudah mempertemukan kita,” ucap Bung Karno.

Hasilnya? Heldy pun bertekuk lutut di hadapan Bung Karno.

Atau pujiannya pada Hartini, janda lima anak yang menjerat hati Soekarno lewat sayur lodeh buatannya.

“Sudah punya lima anak, tapi masih secantik ini?,” ucap Bung Karno kala itu.

Tahu sendiri perempuan kalau makin berumur, seringkali mengkhawatirkan kecantikannya.

Tapi ketika seorang pria seperti Soekarno malah mengatakan yang sebaliknya, luluhlah hati Hartini.

2. Berkirim surat
Soekarno sangat rajin mengirimkan surat kepada para wanitanya.

Surat-surat tersebut ditulis dengan kalimat yang aduhai indahnya.

Soekarno selalu bersungguh-sungguh dalam menuliskan perasaannya lewat kata-kata yang indah.

Inilah yang membuat suratnya berbeda dengan rayuan picisan.

“Ikutlah bersamaku, Terbang bersama aku. Tetaplah jadi kekasihku,” tulis Soekarno pada Kartini Manoppo, seorang pramugari.

Terbanglah hati Kartini membaca kalimat tersebut.

Atau kalimat yang Soekarno gunakan untuk menenangkan hati marah Ratna Sari Dewi, wanita Jepang yang memikat hati Soekarno.

“Mengapa engkau marah pada saya? Ini membuatku sedih dan putus asa. Kekasih, tenanglah. Dewi manis, tenanglah,” tulis Soekarno.

Seketika lelehlah kebekuan hati Dewi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved