'Aku Keluar Rumah, Keponakan Aku Sudah Mengapung di Bak Mandi'
"Pada saat itu aku sedang masak di dapur," ujar Fitri dengan mata yang masih sembab di kediaman rumah korban
SRIPOKU.COM, PALI - Malang dialami Eza Al-fatih (2,4 tahun). Anak pasangan dari Yeni (25) dan Darwin warga Talang Jepit, Talang Ubi Selatan, Talang Ubi, PALI ini harus meregang nyawa akibat masuk ke dalam bak penampungan air buatan yang berada di depan rumahnya.
Seperti dilaporkan wartawan Tribun Sumsel, Ari Wibowo, kejadian nahas itu, terjadi sekitar pukul 08.30, Selasa (19/4/2016).
Awal mula jenazah Eza ditemukan Fitri (30), bibi korban, di bak penampung air hujan dengan selebar sekitar 1 meter dan panjang 3 meter dengan kedalaman kurang dari 2 meter.
Saat keluar rumah Fitri kaget melihat keponakan sudah mengapung di bak mandi penampung air.
"Aku keluar rumah, keponakan aku sudah mengapung di bak mandi itu. Pada saat itu aku sedang masak di dapur," ujar Fitri dengan mata yang masih sembab di kediaman rumah korban, di Talang Jepit, Talang Ubi, Selasa (19/4/2016).
Diakui Fitri bahwa kedua orangtua korban Eza pada saat kejadian sedang bekerja, sedangkan sehari-harinya keponakan perempuannya itu dititipkan pada dirinya.
"Eza sehari-harinya aku yang ngasuh, karena ayahnya bernama Darwin bekerja jadi tukang bangunan sedangkan ibunya jadi TKS di Dinas Capil, " kata Eza.
Ditambahkan, warga setempat, mengakui bahwa Eza, sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Talang Ubi. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi.
"Kami sempat membawa Eza RS Talang Ubi, nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi. Saat ditemukan Eza sudah tidak bernapas dan posisinya sudah mengapung. kedua orang tuanya telah bercerai,dan masing-masing sibuk bekerja," kata sumber Tribun, yang enggan menyebutkan namanya.
Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto SIk melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban SIK SH membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kami langsung ke TKP, korban meninggal dunia masuk dalam bak penampung air.Korban sudah dimakamkan, dan anggota kita sekarang masih di TKP untuk meminta keterangan terkait kejadian itu," ungkap Janton.
Menurut Janton, pihaknya memaklumi terkendala meminta keterangan keluarga korban karena kondisi keluarga yang ditinggalkan masih berduka cita.
Kejadian itu juga menjadi pelajaran bagi pari orangtua agar lebih memperhatikan buah hatinya dan pengawasan.
"Untuk saat ini, kita maklumki belum banyak minta keterangan keluarga korban karena dalam bela sungkawa," jelas Janton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bak-penampung-air-hujan223_20160419_172949.jpg)