SFC Update

Widodo Jaga Emosi Pemain

Secara umum laskar wong kito punya kemampuan teknis yang sangat baik dan didukung oleh materi pemain yang mumpuni.

Widodo Jaga Emosi Pemain
TRIBUN SUMSEL/HARYANTO
Pelatih SFC, Widodo C Putro 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tidak hanya fokus membenahi strategi di lapangan, pelatih anyar Sriwijaya FC Widodo C Putro mengaku punya tugas yang tidak kalah beratnya jelang persiapan menghadapi kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) A 2016.

Menurut eks penyerang timnas Indonesia ini, secara umum laskar wong kito punya kemampuan teknis yang sangat baik dan didukung oleh materi pemain yang mumpuni.

Namun dalam pengamatannya di 2 turnamen terakhir yang diikuti oleh Achmad Jufrianto dkk, ada faktor lain yang kedepan akan menjadi catatan pentingnya.

"Sehebat apapun sebuah tim, namun jika pemainnya tidak bisa mengontrol emosinya maka akan berdampak ke dalam permainan," ungkap pelatih yang pernah juga menjabat sebagai asisten pelatih timnas di era Alfried Riedl ini.

Oleh karena itu, dirinya pun belakangan terus menyempatkan diri untuk berbicara dari hati ke hati kepada seluruh pemain dan bertukar pikiran mengenai hal tersebut.

"Pemain bisa emosi faktornya bisa banyak, mungkin sedang punya masalah atau ada sesuatu yang dipikirkannya. Tentu saya harus mendengarkannya terlebih dulu, namun saya katakan jika sudah di lapangan untuk melupakan semua itu dan fokus bermain," tambahnya.

Dirinya pun juga terus mewanti-wanti agar punggawa SFC nanti kedepannya juga tidak mudah terprovokasi oleh pemain lawan saat pertandingan. Sesuatu yang pernah dialami SFC saat pelaksanaan turnamen Piala Gubernur Kaltim dan Piala Bhayangkara lalu.

Saat laga perebutan peringkat 3-4 di turnamen Piala Gubernur Kaltim melawan Arema Cronus, SFC yang saat itu sudah unggul 1-0 akhirnya harus berbalik menyerah kalah dengan skor 1-3. Dimana 3 gol yang dihasilkan Singo Edan baru bisa tercipta setelah Thierry Gauthessi diusir wasit keluar karena berseteru dengan Srdan Lopicic, pemain asing Arema Cronus.

Sosok Thierry memang belakangan menjadi sorotan karena sering terpancing emosinya saat di lapangan. Sebelum laga perebutan 3-4 melawan Arema tersebut, pada penyisihan grup PGK legiun asing asal Perancis tersebut juga sempat absen di partai terakhir melawan Mitra Kukar karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning di 2 laga sebelumnya dan salah satu diantara. (nto/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved