Tiada Hari tanpa Bahasa Inggris

Palembang kian sering menggelar even-even besar berskala internasional.

Penulis: Refli Permana | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COm/REFLY PERMANA
Suasana diskusi dalam bahasa Inggris yang dilakukan oleh komunitas EL. 

SRIPOKU.COM --- Palembang kian sering menggelar even-even besar berskala internasional.

Ditambah dengan kota yang menjadi incaran para investor asing, Palembang terasa kian mendunia.

Bahasa Inggris pun menjadi sangat penting untuk masyarakat Palembang apabila tidak ingin tertinggal dengan evolusi dari kota pempek.

Tak punya banyak uang untuk belajar bahasa Inggris? Atau, malu dan kurang percaya diri untuk memperlihatkan skill bahasa Inggris yang dimiliki?

Yuk, datang ke Jl MP Mangkunegara, tepatnya di sebelah RM Sederhana karena di sana ada sekumpulan masyarakat yang amat menghargai pentingnya berbahasa Inggris.

Dua persoalan yang tadinya menghambat berbicara dalam bahasa Inggris seluruhnya bisa diatasi di lokasi tersebut.

George Tasidjawa, salah satu penghuni lokasi tersebut, mengatakan kawasan yang ia huni tersebut adalah tempat bermukimnya komunitas English Library (EL).

Di sana, komunitas EL mengajak masyarakat yang bingung mencari lokasi atau teman untuk bercakap dalam bahasa Inggris bisa ikur bergabung, karena ketika berada di sana bahasa Inggris adalah bahasa yang wajib digunakan.

Meski tidak ada sanksi bagi yang melanggar, aturan tersebut sejauh ini tak pernah berubah sejak EL beroperasi di sana di tahun 2006.

"Inti kita berada di sini adalah berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Jadi, kita tidak menyalahkan kalau ada yang salah ketika berbicara menggunakan bahasa Inggris selagi tujuan dari ucapan itu bisa ditangkap pendengar," kata George, Minggu (17/4/2016).

Dijelaskan George lebih jauh, EL mungkin sepintas sama seperti kursus atau lembaga-lembaga pendidikan bahasa Inggris yang ada di Palembang.

Namun, bedanya, sistem yang ada di EL bukanlah mengajar, melainkan saling berbagi ilmu seputar bahasa Inggris.

Kalaupun ada yang salah di setiap ucapan berbahasa Inggris, koreksinya tidak serta merta langsung diberikan, melainkan diberi tahu secara perlahan maupun tersirat.

Tujuanya supaya tidak ada yang kapok berbicara bahasa Inggris.

Masih dikatakan George, EL berjalan dengan menerapkan sistem keanggotaan. Jadi, masyarakat yang ingin berbiara bahasa Inggris di ruangan dua lantai ini, harus menjadi anggota terlebih dahulu dengan mengeluarkan biaya Rp 30 ribu untuk satu tahun.

Selebihnya, sama sekali tidak ada persyaratan dan anggota kapan pun bisa datang ke lokasi ini.
"Di sini, kita berkomunikasi bahasa Inggris dengan santai dan tidak ada tekanan. Kita memang bertujuan supaya PD ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris," kata George. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved