Utini Tak Sempat Hindari Terkaman Beruang
Pada saat sedang menyadap karent, tanpa diketahui korban langsung diterkam dan diserang oleh beruang.
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Nasib malang yang dialami Utini (57) warga Desa Sido Mukti SP1 Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Ia terluka parah setelah diserang hewan beruang, Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 09.00 WIB ketika sedang menyadap karet. Korban kini dirujuk ke RSMH Palembang untuk dilakukan perawatan intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pagi itu korban berangkat seperti biasa untuk menyadap karet dengan menggunakan sepeda motornya. Pada saat sedang melakukan aktifitasnya, tanpa diketahui korban langsung diterkam dan diserang oleh beruang yang berukuran sepinggang orang dewasa yang berwarna hitam.
Akibat kejadian yang dialaminya, korban mengalami luka cukup serius robek dibagian kepala serta perut, korban yang kondisinya masih kuat langsung berlari menuju kemotornya, dan langsung mengendarai untuk menuju kerumah agar diberikan pertolongan.
Warga sekitar yang melihat korban, langsung segera menolong dan dibawah terlebih dahulu ke Puskesmas Cinta Karya, namun karena luka cukup serius yang dialami korban lalu dibawah ke RSUD Sekayu, selanjutnya dirujuk ke RSMH Palembang agar mendapat perawatan intensif.
“Warga membawa Utini ke Puskesmas terlebih dahulu, lalu petugas medis memberikan pertolongan pertama. Karena lukanya berat dibawah ke RSUD Sekayu,” kata Sari petugas medis Puskesmas Cinta Karya, dihubungi, Rabu (13/4/2016).
Sementara, M Fauzan anak korban ketika dihubungi, membenarkan, ibunya diserang oleh hewan beruang. “Saya ketika itu dijalan akan menuju ke Palembang, langsung ditelepon oleh kakak yang ada di SP 1, memberitahukan ibu diterkam beruang lalu putar balik,” kata Fauzan.
Kejadian serupa merupakan bukan yang pertama kali, sebelunya sudah pernah terjadi hal serupa di SP 1 dan SP 4 akan tetapi warga yang diserang tidak mengalami luka serius.
“Kata warga ada tiga ekor beruang yang masih berkeliaran di SP 1, tapi tidak diketahui keberadaanya," ujarnya.
Lanjut Fauzan, untuk menghindari korban lagi, tentu dari pihak keluarga maupun warga desa berharap ada tindakan dari intansi terkait untuk menangkap beruang yang menyerang warga.
"Pasca kejadian tersebut, warga disini jadi serba salah karena takut membunuh hewan tersebut karena dilindungi. Oleh karena itu pihak terkait harus menangkap jangan didiamkan hingga makan korban jiwa,” harapanya.
Terpisah, Kapolsek Plakat Tinggi Iptu Jon Prama membenarkan, pihaknya sudah mendapat laporan warga diserang hewan buas yakni beruang di Desa Sido Mukti ketika sedang menyadap karet.
"Ya, memang benar telah terjadinya penyerangan oleh hewan beruang, korban sendiri dirujuk ke RSMH untuk mendapatkan perawatan intensif karena luka yang dideritanya cukup serius," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-beruang_20160413_184722.jpg)