Breaking News

'Untung Hanya Rambutku yang Kena Api'

Onik tiba-tiba terbangun saat sejumlah warga menyuruhnya keluar.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Rumah yang ditempati Joni alias Onik dan Susi di Jl Kelurahan Lubuk Durian (Watas), Kecamatan Lubuklinggau Barat I, terbakar, Selasa (12/4/2016). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Saat sedang tertidur pulas, Joni alias Onik (20) nyaris terpanggang saat si jago merah menghanguskan rumahnya di Jl Kelurahan Lubuk Durian (Watas), Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (12/4/2016) sekira pukul 08.00.

Onik tiba-tiba terbangun saat sejumlah warga menyuruhnya keluar. Tanpa pikir panjang, Onik langsung keluar rumah dan melihat api sudah membesar.

"Aku buka pintu dan lihat api sudah besar. Aku terobos keluar. Untung hanya rambutku saja yang kena api," ujarnya seraya menunjukkan rambutnya yang terbakar.

Dengan wajah masih pucat pasi, Onik mengaku tidak mengetahui dengan pasti apa penyebab kebakaran yang menghanguskan rumahnya. Menurut ia, semua listrik yang berada dalam rumahnya sudah dalam keadaan mati.

"Penyebab jelasnya saya tidak tau, tapi kata tetangga api berasal dari dalam ruang tamu, yang tiba-tiba membesar langsung menyambar ke atas," ungkapnya seraya ditenangkan oleh sanak keluarganya.

Selain itu Onik mengatakan, ia hanya tinggal berdua bersama adiknya Susi (16) di dalam rumahnya. Sedangkan kedua orang tuanya tinggal di kebun.

"Kalau yang tinggal disini, cuma berdua dengan adik, sedangkan bapak dengan ibu di kebun mereka pulang dua minggu sekali, kalau ada keperluan," ungkapnya.

Sementara Ketua RT 03, Kelurahan Watas Lubuk Durian, Linggau Barat I, Hasim (63) selaku saksi mata mengatakan, kebakaran kemarin terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu kondisi rumah sedang hening, tiba-tiba beberapa tetangga terdengar menjerit-jerit.

"Saya keluar, tiba-tiba api sudah membesar, dan langsung menyambar ruang tamu, lalu seluruh tetangga saya suruh langsung bergerak cepat memanggil orang dalam rumah, dan sebagaian memanggil pemadam kebakaran (Damkar)," ungkapnya.

Tak berapa lama kemudian satu unit damkar datang, kemudian menyusul lagi dua damkar lainnya, karena satu damkar kehabisan air.

"Mobil damkar yang datang ada tiga, langsung menyemprotkan air ke arah rumah. Sekitar pukul 09.30 api dapat dipadamkan oleh damkar bersama warga sekitar," kata dia.

Sementara kedua orangtua Onik dan Susi sudah di beri tahu, kalau rumahnya terbakar, tapi hingga sekarang masih dikebun karena shock mendengar rumahnya terbakar. "Hasan Basri dan Asni tadi pagi langsung dikasih tahu, tapi belum mau pulang, alasan belum sanggup lihat rumahnya terbakar," kata dia.

Untuk masalah tempat tinggal sementara Onik dan Susi, pihak RT sudah berbicara dengan anak Hasan tertua, supaya dua kakak beradik tersebut menginap disana sementara. "Kita sudah koordinasi supaya mereka dapat tempat tinggal sementara, nanti biar keluarga yang memutuskannya," singkatnya. (mg18/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved