Fahri Hamzah Dipecat Lewat Office Boy
"Biar jelek-jelek begini, kita (saya,-red) ini pejabat negara. Seharusnya partai hormati sedikit lah."
Meski tidak terkejut, Fahri mengakui dirinya kecewa dengan cara pengurus DPP PKS yang memberhentikan dirinya melalui surat yang diantarkan oleh seorang OB.
Fahri merasa cara seperti itu seperti tidak menghargai dirinya sebagai pimpinan aktif DPR dan salah satu pendiri Partai Keadilan, cikal bakal PKS.
"Bukan (kecewa) karena dianggap seperti orang biasa. Karena ini persoalan serius, bos. Karena setengah perjalanan hidup saya ada di partai ini. Tapi, tiba-tiba mau diputuskannya pakai OB. Kan tidak fair," keluhnya.
Menurutnya, seharusnya pihak DPP PKS memberitahukan perihal pemberhentian dirinya itu ke DPP bidang Pembinaan, DPW, DPD kab/kota, hingga DPC.
Padahal PKS adalah sebuah lembaga partai. Sementara, saat itu pemberhentiannya hanya diketahui oleh dirinya dan seorang OB.
"Seharusnya juga dia datang baik-baik, masalahnya apa, atau panggil saya ke fraksi misalnya ini ada keputusan partai, supaya santun ke depan diam-diam aja dahulu, atau sampaikan surat dan sebagainya. Tapi, ini dibocorkan. Sehabis dibocorkan, kirim OB ke rumah. Ini PKS atau ... Sekarang Undang-undang Pembantu rumah tangga domestik saja, tidak bisa begitu saja diberhentikan, ada pesangon dan segalanya. Ini saja nggak ada pesangon," kata Fahri diikuti senyumnya.
Fahri mengaku tidak kesal dengan kejadian itu. Namun, ia sedikit kecewa dengan cara pemberhentiannya seperti itu.
Menurutnya, cara seperti itu menunjukkan PKS sebagai partai yang tidak mempunyai etika.
"Ini tidak ada etika sama sekali," ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya tidak menginginkan para pendukungnya dari Kesatuan Aksi memberikan perlawanan secara frontal dengan memberikan pernyataan di media massa atau pun melakukan pergerakan atas pemecatan dirinya ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fahri-hamzah_20160410_181634.jpg)