Polres Lahat Telusuri Peredaran Uang Palsu

"Kalau memang warga menemukan adanya peredaran upal segera melapor sehingga pelakunya bisa ditangkap,"tegasnya.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
AKBP Popon Yayat Ruhiyat SIk. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Untuk meminimalisir terjadi peredaran uang palsu (Upal) masyarakat di Kabupaten Lahat terutama para pedagang diimbau agar lebih teliti saat bertransaksi. Disisi lain jika ditemukan warga diminta segera melapor.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon Ruhiyat, SIK. Menurut Popon, potensi peredaran upal bisa saja terjadi dimana saja termasuk lahat. Untuk itu, harap Popon warga harus bisa membedakan antara uang asli dan palsu.

Dijelaskan Popon uang asli sendiri berwarna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah. Bagian kiri bawah ada optical variabel x.

Dicetak dengan tinta pigment khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda. Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.

"Nah untuk upal sendiri warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli. Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain. Begitu juga benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut. Kalau memang mencurigakan terlebih dahulu dilihat, diraba dan diterawang,"jelas Popon.

Disisi lain Popon juga meminta warga agar pro aktif melaporkan jika memang mendapati upal. Bahkan ditegaskan Popon jika terjadi transaksi, jika memang yakin agar pelaku pengedar segera dilaporkan dengan Polres Lahat. Pihaknya juga akan terus memantau termasuk adanya salah satu warga yang nyaris jadi korban.

"Kalau memang warga menemukan adanya peredaran upal segera melapor sehingga pelakunya bisa ditangkap,"tegasnya.

Sebelumnya Musmat (59) salah satu pedagang kopi dan manisan di wilayah kelurahan Kota Baru, Lahat mengaku nyaris menjadi korban peredaran upal pada Selasa (5/4) malam. Menurutnya pada malam tersebut ada tiga orang menggunakan satu unit sepeda motor menyambangi warung miliknya.

Sejurus satu diantara ketiganya memesan sebungkus rokok dan memberikan uang 50 ribu. Namun, cerita Musmat saat ia memegang uang langsung terasa berbeda dan dia pun langsung bilang kepada pembelinya kalau uang tersebut palsu.

"Pas diberikan uang itu terasa sangat beda. Makanya langsung saya bilang kalau uang tersebut palsu. Mendengar ucapan tersebut pembeli langsung mengambil kembali uangnya dan lari meningkal warung. Saat itu sempat dikejar namun pelaku langsung memacu sepeda motornya,"ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved