Workaholik Wajib Jalankan Peran Isteri
Wanita boleh-boleh saja meneruskan karir atau pekerjaannya begitu menikah dan memiliki anak.
Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wanita yang mencintai dunia pekerjaan, atau yang sering disebut workaholik, terkadang memiliki sedikit waktu untuk menjalani peran sebagai isteri dan ibu.
Akibatnya, peran di rumah terbengkalai meski si wanita itu secara fisik sedang berada di rumah.
Kalau sudah begini, seorang wanita tidak bisa dikatakan sebagai isteri atau ibu yang baik untuk keluarganya.
Dikatakan salah satu psikolog di Palembang, Sri Agustini, wanita yang termasuk kategori workaholik biasanya memiliki usaha sendiri.
Andai pun bekerja dengan orang lain, dirinya terlalu dibebani banyak pekerjaan oleh atasan.
Alhasil, dengan banyaknya beban pekerjaan yang harus diselesaikan, seorang wanita terkadang sedikit mengabaikan perannya sebagai seorang ibu dan isteri.
"Wanita boleh-boleh saja meneruskan karir atau pekerjaannya begitu menikah dan memiliki anak. Asalkan, dirinya tidak melupakan tugasnya di rumah karena ini sudah menjadi kewajiban seorang ibu rumah tangga," kata Sri, yang dihubungi melalui ponselnya, Kamis (7/4) siang.
Dijelaskan Sri, wanita workaholik seharusnya sudah mengetahui konsekuensi begitu ia memutuskan untuk tetap menjalankan karir atau pekeraan saat sudah berkeluarga.
Konsekuensi itu adalah membedakan waktu yang mana untuk pekerjaan dan yang mana untuk keluarga.
Kalau memang waktu yang ada merupakan waktu untuk keluarga, maka sebaiknya segala urusan pekerjaan dilupakan sementara waktu supaya suami dan anak bisa merasakan keberadaan dirinya.
Masi dikatakan Sri, dalam aturan agama, seorang wanita yang sudah menikah sudah berkewajiban mengurus perannya di rumah.
Memiliki pekerjaan dan menjalani karir memang tidak ada halangan, terlebih setelah adanya emansipasi wanita di negeri ini.
Tetapi, harus ada pembedaan dan jangan sampai urusan pekerjaan dibawa-bawa sampai di rumah karena peran sebagai isteri dan ibu pasti tidak akan maksimal.
Sri melanjutkan, suami yang memiliki isteri workaholik juga bisa memberikan peran untuk membuka pikiran isterinya.
Jadi, suami yang merasa isterinya terlalu mencintai pekerjaan dan terkadang melupakan peran dan tugasnya di rumah sebaiknya segera mengungkapkan ganjalan hati tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wanita-workaholik_20160407_170920.jpg)