Minim Sinyal Seluler, Warga Sulit Berkoemunikasi

Warga Desa Lubuk Pedare, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat mengeluhkan minimnya pancaran sinyal jaringan seluler.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Damayanti Pratiwi
Desa ini terletak di Merapi Selatan dan sangat sulir dapar sinyal seluler. 

SRIPOPKU.COM, LAHAT -- Warga Desa Lubuk Pedare, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat mengeluhkan minimnya pancaran sinyal jaringan seluler.

Akibatnya jangankan untuk mengakses internet, untuk berkomunikasi via ponsel pun warga kesulitan. Warga setempat harus mencari lokasi yang lebih tinggi bahkan hingga harus ke areal persawahan.

“Kami benar benar kesulitan berkomunikasi. Jangankan internetan, untuk mendapat sinyal HP saja kita harus pergi ke lokasi lebih tinggi,” kata Kades Lubuk Pedaro, Sahirin, (5/4).

Dikatakanya minimnya jaringan komunikasi sangat dirasakan ia dan warganya. Diera teknologi yang semakin canggih sinyal sama seperti kebutuhan pokok bagi sebagian warga. Terlebih untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga yang jauh,

“Di sini sinyal sudah kayak beras yang harus dicari. Karena semua informasi sudah melalui jaringan komunikasi. Apalagi pelayanan desa harus online. Termasuk kalau ada bencana, maka harus diinfokan kepada pihak kecamatan dan Pemkab Lahat. Sedangkan lokasinya sulit dijangkau,” keluhnya.

Tidak hanya di Merapi Selatan, minimnya sinyal juga terjadi i Desa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung dan di Kecamatan Gumay Ulu.

"Jelas kami merasa sangat tertinggal. Kita sangat kesulitan jika hendak berkomunikasi atau mengbarkan kepada sanak saudara,"kata Tini, warga Desa Tinggi Hari, Kecamatan Gumay Ulu.

Dikatakannya, warga harus berdiri, duduk atau jongkok mencari spot signal di tempat yang lumayan tinggi. Handphone kadang diangkat tinggi dengan tangan kanan atau kiri agar signal bisa "hinggap" di alat komunikasi modern itu

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved