OKI - Muba Target Restorasi Gambut

Dalam kegiatan restorasi lahan gambut, dana sudah disiapkan baik dari APBN, maupun donatur dari luar negeri.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Personil TNI dari Kostrad saat menembakkan air kearah kebakaran lahan gambut di Sepucuk Pedamaran OKI beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menerima langsung Kepala Badan Restorasi Gambut Nasional, Nazir Fuad saat ditemui di Pemprov Sumsel, Senin (4/4/2016) untuk membicarakan restorasi gambut di Sumsel

Alex mengatakan akan mengusulkan restorasi gambut dilakukan di kabupaten yang gambutnya paling banyak, yakni di Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin (Muba). Menurut Alex, di OKI ada percontohan restorasi gambut di Desa Sepucuk, yang pada 2009 terbakar habis, dan pada 2010 mulai direstorasi dan berhasil.

"Jadi, jauh sebelum badan restorasi gambut dibentuk, kami sudah melakukan restorasi gambut, dan itu akan menjadi percontohan," kata Alex.

Alex melanjutkan, dalam kegiatan restorasi lahan gambut, dana sudah disiapkan baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun donatur dari luar negeri. Mengenai anggaran yang digunakan dalam kegiatan restorasi lahan gambut yang habis terbakar. Alex mengungkapkan, dananya cukup banyak, khusus dari luar telah ada ratusan juta dollar. Menurutnya, mungkin nanti akan ada sistem komersial. Jadi, di lahan gambut itu akan ada investor masuk, hasilnya bisa mengembalikan uangnya.

"Ada juga yang memang semata-mata, karena tidak bisa untuk jadi sistem komersial, itu gunakan dana hibah dari dana APBN, jadi tidak perlu dikembalikan uangnya," tambah Alex.

Sementara Kepala Badan Restorasi Gambut Nasional, Nazir Fuad mengatakan ada beberapa jenis tanaman yang sudah diteliti oleh para ahli. Ia juga mengatakan akan ke Desa Sepucuk di OKI untuk melihat uji coba 20 hektar yang telah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir.

"Tanaman yang digunakan itu sudah tumbuh dengan baik, dan saya akan melihat. Disana ada tanaman jelutung, gelam, dan beberapa jenis lainnya," kata Nazir.

Menurut Nazir, lahan yang terbakar itu harus segera direstorasi, baik itu dilahan yang sedang dibekukan atau diambil alih oleh pemerintah agar dapat ditanami kembali. Tapi, ada juga lahan-lahan yang bukan milik perusahaan, tapi milik masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya akan bekerjasama dengan masyarakat untuk merestorasi dan penanaman.

"Agar masyarakat juga mendapatkan tambahan penghasilan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru," ujarnya.

Ada beberapa hal yang dibahas saat bertemu dengan orang nomor satu di Sumsel itu. Yakni dalam pertemuan tersebut akan dibentuknya tim restorasi gambut di Sumsel. Jadi, akan ada tim daerahnya.

"Tadi melaporkan pembentukannya, untuk pertanggungjawabannya akan langsung ke Gubernur. Agar program kerjanya langsung melekat ke daerah," tambahnya.

Menurutnya, kegiatan merestorasi lahan gambut ini adalah mengelola tata air. Jadi tata kelola airnya dikembalikan sehingga kalau musim kemarau akan tetap basah sekaligus menjadi fungsi ekologis tata air. Selain itu, di daerah yang tata airnya sedang diperbaiki ini juga bisa ditanami dengan tanaman yang secara ekologi bisa tumbuh dilahan gambut basah, dan juga mempunya nilai ekonomi. Jadi, menurutnya masyarakat sekitar atau ada sektor swasta yang ingin terlibat dalam kegiatan restorasi lahan gambut ini dengan menanam tanaman yang hasilnya bisa dipanen.

"Kami juga menginginkan pembangunan pabrik pengolahannya juga dekat dengan lokasi penanaman. Jadi, keluar dari provinsi, sudah ada nilai tambahnya," tukasnya. (wet/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved