Lima Kabupaten Tunda Scanning LJUN
LJUN di lima kabupaten di Sumsel belum dilakukan labeling dan scanning.
Penulis: Yuliani | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Hari kedua Ujian Nasional (UN) baik yang berbasis komputer maupun kertas yang dilaksanakan Selasa (5/4/2016) berjalan lancar tanpa hambatan. Jika sebelumnya pada hari pertama UN seluruh Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dibawa ke Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk diverifikasi, maka pada hari kedua pihak pengawas mulai melakukan labeling terhadap LJUN sekaligus proses scanning di Baliteks Unsri.
Hanya saja, LJUN di lima kabupaten di Sumsel belum dilakukan labeling dan scanning seperti Empat Lawang, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba). Ini dikarenakan jarak dan akses yang sulit ditempuh sehingga kelima kabupaten di Sumsel seperti meminta izin pengiriman di batas akhir.
"Khusus Empat Lawang semua area izin karena jarak mereka jauh, kasihan juga kalau bolak balik mengantarkan semuanya setiap selesai UN. Kalau wilayah lain hanya sebagian tempat mereka yang aksesnya di daerah perairan. Mau bagaimana lagi kami berikan mereka izin," ujar koordinator tim scanning UN 2016, Saparuddin ditemui Baliteks Unsri Bukit Selasa (5/4/2016).
Kendati UN berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) berakhir hari ini, Saparuddin memberikan kelonggaran satu hari agar kelima kabupaten melakukan pengiriman di batas akhir pada hari Kamis (6/4/2016) nanti.
"Proses scanning bukan sesuatu yang mudah. Sebab setiap soal dari kabupaten kota harus di pilah-pilah dulu asal sekolah, nama siswa dan mata pelajaran. Setelah itu baru bisa discanning. Artinya cukup memerlukan waktu," ujarnya.
Sedangkan soal UN di hari pertama saja, semua soal dari Kabupaten baru diterima pihaknya subuh. Dan sekitar pukul 02.00 WIB baru bisa discanning karena baru selesai dipilah. Baliteks Unsri menggunakan 8 mesin scanner dengan dua tipe OMR dan DMR produk Amerikan seharga Rp 200 juta. Daya kerja mesin diketahui memilih kekuatan scanner 5000 eksemplar dalam satu jam.
"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada soal yang tidak terbaca. Kalau kemarin ada 10 sampai kita terpaksa ganti LJUNnya tetapi kita buatkan berita acaranya," jelas Saparuddin.
Terkait target pengiriman LJUN ke pusat diungkap Saparuddin pihaknya mulai dideadline sejak tanggal 5 April mulai melakukan pekerjaan. Lalu batas akhir pengiriman terakhir ke pusat dilakukan tanggal 21 April.
"Kalau target kami tanggal 14 April sudah terkirim semua. Kita kirim hasilnya melalui soft copy," ujarnya.
Pihaknya juga mengaku di tahun ini sedikit tertolong dengan adanya berbasis komputer UNBK atau Computer Based Test (CBT). Biasanya 80.000 siswa dengan beragam soal harus di scanner LJUN. Sekarang, ada penurunan mencapai 10.000 siswa.
"Ada 10.000 penurunan siswa karena ikut CBT. Tetapi kami tetap khawatirkan kalau daerah tadi telat mengirimkan LJUN dan bisa mempengaruhi proses scanner LJUN," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/scanning-ljun-di-balitek-unsri_20160405_183837.jpg)