Piala Bhayangkara

SFC Gagal Bawa Semifinal ke Palembang

Akibat gol yang tak terduga itu, skema permainan SFC terlihat begitu panik.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Asa Sriwijaya FC (SFC) membawa laga semifinal turnamen Piala Bhayangkara, ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (JSC) Palembang, kandas. Ichsan Kurniawan dkk harus puas menjadi runner up grup A, setelah dikalahkan 2-0 di laga pamungkas melawan tuan rumah Persib Bandung, di stadion Si Jalak Harupat Bandung, Sabtu (26/3/2016)

Gol cepat Samsul Arif dimenit sembilan, akibat blunder dari Ahmad Jufrianto yang salah mengantisipasi bola, membuat Samsul Arif begitu leluasa head to head melawan Dian Agus Prasetyo dan dengan mudah merobek jala Sriwijaya FC (SFC).

Akibat gol yang tak terduga itu, skema permainan SFC terlihat begitu panik. Beberapa kali gawang Dian terancam ketika Pangeran Biru yang begitu percaya diri di hadapan ribuan bobotoh, menyisir serangan lewat sisi kiri pertahan Laskar Wong Kito.

Skuad SFC yang mencoba bangkit, memang sempat beberapa kali mencoba meneror lini belakang Persib Bandung. Tapi pertahanan yang kokoh dari Atep dkk membuat pasukan tempir Bendol sedikit frustasi.

Memasuki menit ke-15 Yohanis Nabar, pemain sayap Laskar Wong Kito yang mencoba membuka serangan lewat sisi kiri Maung Bandung, terpaksa dijatuhkan Yanto Basna yang tidak memberikan kesempatan kepada pemain mungil asal Papua itu, dan Yanto dihadiahi kartu kuning oleh wasit.

Sibuk menyerang, rupanya lini pertahanam SFC sedikit rapuh. Samsul Arif yang begitu impresif beberapa kali mengancam pertahanan SFC. Bahkan, ketika Yohanis Nabar yang belum begitu pulih akibat cedera yang dilanggar Yanto, kembali mengeluh kesakitan saat dada kanannya yang menahan tendangan bebas Yanto, meraung kesakitan. Bendol kemudian menarik Anis dan memasukkan Musafri.

Tapi sayang, masuknya Musafri tidak mengubah jalanya pertandingan. Musafri bahkan beberapa kali membuang kesempatan ketika mendapat umpan dan sodoran dari Supardi dan Beto.

Hingga pluit panjang babak pertama, skor 1-0 untuk tuan rumah tidak berubah. Memasuki babak kedua, Laskar Wong Kito terlihat mulai menemukan skema permainan. Tapi sayang, Persib yang langsung menerapkan strategi bertahan bak memarkir bus diseparuh lapangan. Serangan SFC yang terus menyerang, mantul saja dan tidak satupun berhasil menembus pertahanan Hariono dkk.

Namun naas, begitu asik menyerang SFC kembali mendapat ancaman dari Vladimir yang mencoba menerobos pertahan SFC, bahkan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti membentur gawang Dian Agus.

Tapi, lagi-lagi jelang water break SFC kembali menerima hukuman karena Fachrudin melanggar pemain Persib dan dihadiahi tendangan bebas. Masuk water break, Taufik yang mengambil eksekusi tendangan bebas sukses menipu DAP, ia yang memberikan umpan manis kepada Juan Carlos akhirnya, menambah keunggulan Maung Bandung dimenit 75.

Unggul 2-0, pertahan Persib semakin dikokohkan. Bahkan, kedua tim hanya bermain diseparuh lapangan wilayah tuan rumah. Namun, serangan SFC lagi-lagi masih tak berbuah hasil. Prustasi karena tak mampu mengejar, head coach SFC Bendol, menarik Yu Hyun Koo digantikan Airlangga Sutjipto dimenit 85.

Tapi sayang, Persib yang semakin rapat semakin sulit ditembus oleh Laskar Wong Kito. Hanya, peluang paling baik diperoleh SFC ketika Musafri yang melakukan tendangan voli tipis melenceng diatas mistar gawang. Hingga pluit panjang, skor tak berubah dan Persib memastikan diri keluar sebagai juara Grup A turnamen Piala Bhayangkara.

Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku jika skuad SFC telah bermain dengan cukup baik. Meski sedikit kaget akibat gol pertama, tapi perlahan pemain bisa bangkit dan mengambil alih permainan. Tapi, memang lawan cukup cerdik dengan mengambil strategi full bertahan.

"Pemain sudah bermain maksimal, babak kedua sudah menguasai pertandingan namun gagal mencetak gol. Saat terus menyerang, pemain sedikit gagal mengantisipasi serangan balik. Soal gagal ke Palembang, tidak masalah karena ada babak semifinal yang masih bisa kami perjuangkan," ucapnya

Sementara itu, pelatih Maung Bandung Dejan Antonic mengatakan, jika dalam laga pamungkas ia mengakui kekuatan SFC. Menurutnya, tim SFC adalah tim bagus dengan materi yang berpengalaman.

"Ini pertandingan yang berat, kami menghadapi tim yang sangat bagus dengan materi pemain berpengalaman. Saya suka gol kedua karena itu sudah kami atur dijeda water break. Syamsul setelah mencetak gol namun tetap ingin bermain karena membantu tim," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved