Breaking News

Petani Jagung Berharap Harga Stabil dan Ada Mesin Pengering

Petani jagung di Kabupaten OKU Timur khususnya di Kecamatan Bungayamang mengeluhkan belum adanya mesin pengering jagung.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Petani Jagung saat menjemur jagung yang sudah dipanen setelah dirontookan. Petani mengalami kesulitan karena belum adanya mesin pengering jagung saat musim penghujan. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Petani jagung di Kabupaten OKU Timur khususnya di Kecamatan Bungayamang yang merupakan salah satu sentral penghasil jagung mengeluhkan belum adanya mesin pengering jagung.

Sementara harga jagung terus menurun seiring panen raya yang berlangsung bersamaan sejak beberapa bulan lalu.

Demikian diungkapkan Camat Bungamayang Faisal SKM dikonfirmasi Jumat (25/3/2016).

Menurut Faisal, Kecamatan Bungamayang saat ini merupakan salah satu sentral penghasil jagung dengan potensi pertahun mencapai ribuan ton jagung yang dikirim ke berbagai wilayah di Sumsel dan luar daerah.

Namun kata dia, tingginya hasil panen tersebut menjadi keluhan masyarakat selalu diiringi dengan penurunan harga.

“Belum ada formula yang bisa menstabilkan harga jagung. Memang hukum ekonomi ketika barang melimpah harga akan mengalami penurunan. Untuk itu kita akan melakukan berbagai metode untuk mensiasatinya agar harga tetap stabil sehingga petani bisa sejahtera,” katanya.

Selain harga kata dia, yang menjadi kendalam petani saat ini adalah belum adanya mesin pengering jagung  selain dengan menggunakan sinar matahari. Saat musim hujan, petani mengalami kesulitan untuk menjemur jagung.

Akibatnya sebagian petani terpaksa harus menunggu bahkan tidak sedikit juga mereka yang menjual jagung dalam kondisi basah untuk menghindari agar tidak jamuran.

“Kalau padi sudah ada mesin pengeringnya di kecamatan Belitang Madang Raya sehingga petani tidak perlu khawatir dan bisa membawa hasil panen mereka langsung ke pabrik meskipun musim penghujan.Namun untuk jagung hingga saat ini belum ada. Hal itu yang menjadi keluhan petani selain harga yang terus merosot,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved