GIZ Bioclime Ajari 40 Warga Buat Proposal

Pelatihan ini membahas peluang mencari sumber dana baik yang berasal dari dalam negeri maupun bantuan dunia internasional untuk pelestarian hutan.

Penulis: Husin | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/HM HUSIN
Pelatihan pembuatan proposal di Hotel Fave Palembang yang dibimbing langsung GIZ Bioclime, Rabu (23/3/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 40 peserta dari empat kabupaten di Sumsel, Rabu (23/3/2016), mengikuti pelatihan penulisan proposal dan desain proyek yang digelar GIZ Bioclime bekerja sama dengan Hutan Kita Institut (HaKI) terkait program konservasi keragaman hayati dan ekosistem hutan.

Pelatihan ini membahas peluang mencari sumber dana baik yang berasal dari dalam negeri maupun bantuan dunia internasional untuk pelestarian hutan.

Ketua Pelaksana Pelatihan, Nyimas Wardah SP, MSc, menjelaskan, peserta berasal dari Kabupaten Musirawas (Mura), Musirawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin.

Keempat daerah ini mewakili tipe ekosistem, seperti mangrove, gambut, hutan dataran rendah, dan hutan dataran tinggi.

"Keempat tipe ekosistem ini harus digali potensinya agar sejalan dengan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan," kata Nyimas Wardah saat dibincangi di Hotel Fave Jalan Jenderal Basuki Rahmat Palembang usai acara.

Untuk menggali dan pengelola hutan serta ekosistem yang ada agar memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar hutan, diperlukan perencanaan program kegiatan dan pendanaan.

"Kalau kita cermati, banyak sumber dana yang ada, termasuk dari dalam dan luar negeri," katanya.

Masalahnya, ungkap alumni Fakultas Pertanian Unsri ini, proposal yang dibuat seringkali ditolak oleh lembaga donor atau BUMN atau perusahaan swasta karena tidak memenuhi persyaratan sehingga banyak program pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat belum maksimal.

Padahal ketersediaan dana pengelolaan hutan dan lingkungan tersebut banyak dan belum terserap secara maksimal.

Atas dasar itu, GIZ Bioclime bersama HaKI selama dua hari mengajari masyarakat membuat proposal yang baik dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh donor atau penyedia dana.

"Kita harapkan selama dua ini, peserta benar-benar menyerap informasi ini sehingga proposal yang diajukan bisa lolos dan diterima oleh lembaga donor," kata Wardah.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved