Sudah Murah Terendam Banjir Pula
Petani karet setempat pun terancam kehilangan mata pencaharian lantaran, kondisi air tak kunjung menurun dalam jangka waktu yang cukup lama.
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM,INDERALAYA— Intensitas curah hujan yang kian meningkat akhir-akhir ini, di kawasan Kabupaten Ogan Ilir (OI), mengakibatkan kondisi perkebunan warga setempat terendam air hingga mencapai ketinggian betis orang dewasa.
Khususnya perkebunan karet warga Desa Lubuk Keliat Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten OI, mulai tergenang air akibat hujan yang terus terjadi akhir-akhir ini di kawasan Inderalaya dan sekitarnya.
Akibatnya, petani karet setempat pun terancam kehilangan mata pencaharian lantaran, kondisi air tak kunjung menurun dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Ya mau bagaimana lagi, inilah yang terjadi. Disamping, harga komoditi karet yang kian anjlok ditambah dengan banjir mulai merendam, tentu mengakibatkan kebun karet yang siap menghasilkan getah terancam mati, apabila tergenang air dalam jangka waktu yang cukup lama,” sesal Kitum, Senin (21/3).
Senada diungkapkan, petani karet lainnya Rizal (46), yang sudah sejak lama meninggalkan profesinya sebagai penyadap karet, lantaran harga jual komoditi karet dari petani kepada pengepul yang tergolong sangat murah tidak seimbang dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari.
“Sebagian warga ada yang masih tetap bertahan menggantungkan hidup dari hasil berkebun karet. Kemudian, disisi lain, kebanyakan warga mulai beralih profesi dengan bercocok tanam sayur-sayuran,” ungkapnya.
