Breaking News

Sumsel Anggarkan Dana Lebih Besar agar Bencana Kabut Asap Tidak Terulang Lagi

anggaran untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan itu pada tahun 2015 tidak sebesar tahun 2016 ini.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Achmad Taufik 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Guna mengantisipasi terulangnya bencana kabut asap, setidaknya Pemprov Sumsel menganggarkan dana untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2016 sebesar Rp 3 miliar.

"Anggaran untuk pencegahan kebakaran hutan kalau di Dinas Kehutanan pada tahun 2016 ini sebesar Rp3 miliar, selain itu kita dibantu dari dana lainnya dari APBN dan dari dinas dan instansi terkait," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, H Achmad Taufik, Minggu (20/3/2016).

Menurutnya, anggaran untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan itu pada tahun 2015 tidak sebesar tahun 2016 ini.

Sementara itu, anggaran untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terdapat di Dinas Kehutanan Sumsel saja tetapi tersebar sejumlah dinas terkait lainnya.

"Kalau anggaran dari Bappeda Sumsel totalnya ada sebesar Rp 10 miliar, tetapi anggaran itu belum ditambah dari APBN," katanya.

118 Desa Peduli Api
Selain itu menurutnya Sumsel kini telah memiliki 118 desa peduli api untuk pelaksanaan program peduli api yang tersebar di empat kabupaten di Sumsel.

"Empat kabupaten itu yakni Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir," katanya.

Menurutnya desa peduli api ini akan bekerjasama dengan perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang terdekat dengan desa tersebut.

Sementara itu, hotspot (titik panas) saat ini masih dalam kondisi normal, karena biasanya hotspot itu mulai terjadi pada Juni.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved